BANDUNG — Antrean panjang terlihat sejak pagi buta di sejumlah titik pasar murah yang digelar Disperindag Jawa Barat. Para ibu rumah tangga sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Iduladha 1447 H.
Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani, mengatakan animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. “Respons masyarakat luar biasa. Tercatat sekitar 6.000 pengunjung memadati lokasi pasar murah di berbagai daerah untuk berburu kebutuhan pokok,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Enam Wilayah dan Komoditas yang Disubsidi
Pasar murah tahun ini menyasar enam kabupaten dan kota: Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Disperindag Jabar menggelontorkan pasokan dalam jumlah besar dengan harga yang sudah disubsidi pemerintah.
Komoditas utama yang tersedia antara lain:
- Beras: SPHP (12 ton), Medium (2,75 ton), Premium (5,93 ton).
- Minyak goreng: Minyakita (10.320 liter), Premium (2.430 liter).
- Bahan dapur: Gula pasir (2.638 kg), Tepung terigu (1.070 kg), Aneka cabai (345 kg), Bawang merah (1.352,5 kg), Bawang putih (202,5 kg).
- Sumber protein: Telur ayam (1.140 kg), Daging ayam ras (650 kg), Daging sapi (350 kg).
- Sayuran segar (1.610 kg) dan buah-buahan (190 kg).
Selain itu, sebanyak 38 UMKM binaan turut menjajakan produk olahan dan perikanan di lokasi yang sama.
Mengapa Harga Bisa Lebih Murah?
Nining menjelaskan, harga miring di pasar murah terwujud karena adanya kolaborasi antara produsen, distributor, BUMN, peritel, serta sokongan subsidi distribusi dari pemerintah. Mekanisme ini memotong rantai distribusi yang biasanya membuat harga di tingkat konsumen lebih mahal.
“Masyarakat bisa memotong jalur distribusi karena membeli langsung dari produsen. Kami berharap langkah nyata ini bisa memperkuat keterjangkauan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang Iduladha,” pungkasnya.
Efek Domestik bagi Warga dan Inflasi Daerah
Program pasar murah ini menjadi salah satu cara Pemprov Jabar menjaga stabilitas harga pangan di momen hari raya. Lonjakan permintaan menjelang Iduladha kerap mendorong harga kebutuhan pokok naik, terutama daging sapi, ayam, dan minyak goreng.
Dengan adanya subsidi distribusi, warga bisa menghemat pengeluaran dapur. Ke depan, Disperindag Jabar berencana memperluas jangkauan pasar murah ke lebih banyak kecamatan, khususnya di daerah yang harga pangannya masih tinggi.