JAWA BARAT — iPhone Ultra bukan sekadar produk anyar. Ini lompatan pertama Apple ke segmen ponsel lipat dengan risiko rantai pasok yang kompleks. Bagi calon pembeli, kepastian tanggal rilis menjadi teka-teki paling menentukan—apakah harus menyiapkan dana di bulan September atau masih bisa menabung sebulan lagi.
Mark Gurman dari Bloomberg telah mengikuti saga iPhone lipat selama lima tahun. Dalam wawancara eksklusif dengan Tom's Guide, ia menyatakan keyakinannya: iPhone Ultra akan rilis bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max, atau paling lambat beberapa pekan setelahnya. "Saya akan sangat terkejut jika ponsel lipat Apple tidak keluar di waktu yang sama dengan Pro baru, atau sangat dekat dengannya. Entah di tanggal rilis yang sama, peluncuran ganda, atau keluar dalam hitungan pekan," ujarnya.
Gurman menepis narasi penundaan besar hingga akhir Oktober atau November. Ia membantah isu masalah produksi yang disebut-sebut menghambat jadwal. Namun, analis Ming-Chi Kuo sempat menyatakan pada Juli bahwa iPhone Ultra bisa mengikuti pola iPhone X: diumumkan bareng iPhone 18 Pro, tapi baru tersedia di pasaran pada Oktober. Perbedaan ini bukan soal selisih tanggal semata—ini menyangkut apakah suplai awal mampu memenuhi antrean pembeli.
Jika skenario Gurman benar, begini alurnya. Apple dikabarkan menggelar acara "Surprise and Shine" pada 9 September di Cupertino, tempat iPhone Ultra diperkenalkan penuh. Pre-order biasanya dimulai Jumat pekan berikutnya.
Tahun ini, Jumat itu jatuh pada 11 September—tanggal yang sangat sensitif karena merupakan peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001. Apple diyakini menghindari tanggal tersebut dan memajukan pre-order ke Sabtu, 12 September.
Jeda antara pre-order dan ketersediaan di toko umumnya satu pekan. Maka, 18 September menjadi tanggal paling logis untuk rilis perdana. Strategi ini juga memaksimalkan liputan media—ponsel lipat pertama Apple jelas akan membanjiri pemberitaan akhir pekan itu.
Margin keuntungan Apple untuk produk lipat tipis, dan tekanan rantai pasok tetap menjadi risiko terbesar. Gurman mengakui produksi massal iPhone Ultra ditargetkan mencapai 10 juta unit—angka yang ambisius untuk perangkat perdana.
Bocoran terbaru dari Fixed Focus Digital, akun pembocor yang biasanya akurat, menyebut iPhone Ultra akan memiliki "stok sangat terbatas" saat peluncuran. Tidak ada indikasi penundaan tanggal rilis. Skenario paling mungkin: diumumkan 9 September, pre-order 12 September, rilis 18 September—tapi tidak semua negara mendapatkannya di hari pertama.
Prioritas utama kemungkinan besar Amerika Serikat, lalu negara lain menyusul bergiliran. Untuk pasar Indonesia, perangkat ini akan hadir lebih lambat dengan harga yang sudah pasti jauh dari kata murah.
Peluncuran ini akan menjadi acara besar pertama yang dipimpin John Ternus sebagai CEO Apple. Ketika ditanya soal tren ponsel lipat di peluncuran iPhone Air tahun lalu, Ternus menjawab diplomatis: "Saat kami mengembangkan teknologi baru, kami sering mengambil inspirasi dari lini produk lain. Hal-hal yang kami pelajari di bidang ilmu material dan miniaturisasi akan muncul di berbagai tempat." Jawaban yang tidak membenarkan maupun menutup kemungkinan.
Apple kabarnya akan gencar mempromosikan program sewa Upgrade baru selama periode pre-order. Program ini menurunkan cicilan bulanan untuk perangkat seharga USD 2.000–2.500—angka yang setara Rp 32–40 juta dengan kurs Rp 16.000. Jika Anda berencana membeli tanpa mencicil, perlu menyiapkan dana hampir setara dua unit iPhone Pro biasa.
Sampai 9 September tiba, semua tanggal di atas masih bersifat spekulatif—bukan keputusan resmi. Perbedaan prediksi antara Gurman dan Kuo mencerminkan ketidakpastian nyata di lini produksi ponsel lipat, yang komponen engselnya memang sulit dibuat dalam skala besar. Bahkan jika rilis 18 September terealisasi, jangan heran kalau stok habis dalam hitungan menit dan unit berikutnya baru masuk beberapa pekan kemudian.
Untuk pembaca yang sudah menabung puluhan juta rupiah, saran kami sederhana: pantau acara 9 September sebagai sumber kepastian pertama, siapkan akun pre-order di tanggal 12 September, dan bersiap menghadapi kenyataan bahwa iPhone Ultra mungkin akan lebih mudah ditemukan di tangan reseller daripada di toko resmi—dengan markup yang tentu tidak masuk akal. Jika tidak beruntung di batch pertama, Oktober bukan dunia yang hilang; itu hanya berarti produksi belum cukup mengejar permintaan, bukan produknya buruk.