KONI Garut Pangkas 30 Persen Anggaran Kontingen Porprov Jabar, Cabor Diminta Cari Sponsor Sendiri

Penulis: Okta Nugraha  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:46:02 WIB
KONI Garut memangkas 30 persen anggaran kontingen Porprov Jabar, cabor diminta mencari sponsor sendiri.

GARUT — Keterbatasan kas daerah memaksa KONI Kabupaten Garut melakukan penyesuaian radikal terhadap pembiayaan kontingen Porprov Jabar. Dalam rapat pimpinan bersama perwakilan cabor di Hotel Harmoni Garut, Minggu (30/8), diputuskan pemangkasan anggaran sebesar 30 persen dari total kebutuhan ideal, sebuah angka yang signifikan bagi persiapan 790 personel kontingen.

Kontingen Garut sendiri diproyeksikan memberangkatkan 540 atlet dan 250 pelatih serta ofisial. Dengan komposisi sebesar itu, skema efisiensi menjadi keniscayaan yang harus disikapi bersama oleh seluruh pengurus cabor.

Pemda Pilih Danai Infrastruktur, Bukan Tambah Anggaran Atlet

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Wakil Ketua KONI Kabupaten Garut, Agus Barkah, yang akrab disapa Abar, menyatakan pihaknya memahami kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut yang lebih memprioritaskan alokasi anggaran daerah untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

"Memang kita berharap di perubahan anggaran mendapatkan tambahan. Tetapi karena kondisi fiskal Kabupaten Garut, KONI memahami kebijakan pemerintah daerah yang lebih memprioritaskan anggaran untuk pelayanan publik, salah satunya pembangunan infrastruktur," ujar Abar kepada wartawan.

Jersey Hingga Uang Saku Atlet Dialihkan ke Pengelolaan Cabor

Efisiensi ini tidak main-main. Sejumlah komponen pembiayaan yang sebelumnya ditanggung penuh oleh KONI kini dilimpahkan pengelolaannya secara mandiri kepada masing-masing cabor. Mulai dari penyediaan jersey pertandingan, uang saku atlet dan pelatih, logistik konsumsi harian, hingga biaya operasional seperti sewa kendaraan, bahan bakar, parkir, dan tol.

"Judulnya bukan pemangkasan atlet, tetapi pemangkasan anggaran. KONI tidak memangkas atlet karena itu bukan ranah kami. Kami mengembalikan kepada cabor untuk melakukan tata kelola sesuai kemampuan anggaran," tegas Abar.

KONI memperkirakan kemampuan kas organisasi saat ini hanya sanggup menanggung sekitar 60 hingga 70 persen dari total kebutuhan ideal kontingen. Celah defisit itulah yang harus ditutup oleh masing-masing pengurus cabor.

Insentif Bulanan Atlet Tetap, Jumlah Penerima Dipangkas

Kebijakan pengetatan juga berdampak pada program insentif atlet bulanan. Meski nominal insentif dipertahankan sebesar Rp300 ribu per atlet per bulan, jumlah penerima di setiap cabor terpaksa disunat sesuai persentase efisiensi 30 persen.

"Angkanya tetap Rp300 ribu per atlet, tetapi porsinya berkurang. Kalau sebelumnya misalnya satu cabor mendapatkan untuk 20 orang, dengan efisiensi 30 persen jumlah penerimanya disesuaikan," tandas Agus.

Sponsor dan Bapak Angkat Jadi Jurus Selamatkan Target Prestasi

Di tengah tekanan finansial, KONI Garut mendorong pengurus cabor untuk aktif mencari dana pendamping. Skema yang ditawarkan cukup fleksibel, mulai dari sponsorship swasta hingga pola bapak angkat yang lazim di dunia olahraga daerah.

"Cabor diberikan ruang untuk melakukan tata kelola sendiri, termasuk mencari sponsor. Misalnya ada perusahaan yang ingin mendukung cabor renang, karate, atau pencak silat, itu kami persilakan," tutur Agus.

Dengan skema ini, KONI berharap kesiapan teknis para atlet tidak menyurutkan target prestasi di Porprov Jabar. Pengurus cabor diharapkan mampu menyiasati keterbatasan dana melalui tata kelola yang transparan dan profesional.

"Prinsipnya kami menghormati kebijakan pemerintah daerah. KONI akan tetap berupaya memberikan dukungan terbaik kepada atlet dan cabor, sementara kekurangan pembiayaan disiasati bersama oleh masing-masing cabor," pungkas Agus.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: gosipgarut.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top