80 Warga Kota Cirebon Ikuti Pelatihan Vokasi Batch 4, Disiapkan untuk Lima Bidang Kerja dan Usaha

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:23:01 WIB
Sebanyak 80 warga Kota Cirebon mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang digelar Dinas Tenaga Kerja setempat.

CIREBON — Sebanyak 80 warga Kota Cirebon resmi mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang digelar Dinas Tenaga Kerja setempat. Program yang dimulai Kamis (27/8/2026) ini menyasar lima bidang keterampilan dengan peluang kerja dan usaha paling terbuka di kota tersebut.

Lima bidang yang diajarkan meliputi pembuatan roti dan kue, operator sewing, peracikan kopi atau barista, penata rambut junior atau barber, serta pengelasan. Para peserta terbagi rata ke dalam lima kelas sesuai pilihan keahlian masing-masing.

Pentingnya Kompetensi Praktis di Tengah Pertumbuhan Sektor Jasa

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan bahwa perkembangan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif di Kota Cirebon menuntut tenaga kerja dengan kemampuan spesifik. Menurutnya, ijazah formal saja tidak lagi cukup untuk bersaing di lapangan.

“Dunia kerja sekarang membutuhkan kemampuan yang spesifik dan praktis. Ijazah saja tidak cukup apabila tidak dibarengi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan pelatihan.

Effendi menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk mempersempit jarak antara keterampilan yang dimiliki masyarakat dengan kebutuhan riil perusahaan. Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya fokus pada kemampuan teknis.

“Keterampilan dapat membuka pintu untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi karakter dan kemauan untuk terus belajar yang akan membantu saudara bertahan dan berkembang,” kata Effendi menekankan pentingnya etos kerja, kedisiplinan, dan komunikasi.

Pemantauan Pasca-Pelatihan: Dari Buka Kios Hingga Magang

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa menjelaskan, program ini tidak berhenti di ruang kelas. Pihaknya akan memantau perkembangan peserta setelah pelatihan usai, baik yang memilih jalur bekerja maupun merintis usaha mandiri.

“Dari pelatihan sebelumnya, ada peserta pelatihan servis handphone yang sudah bisa membuka kios sendiri. Ada juga peserta pelatihan peracikan minuman kopi yang langsung mendapatkan kesempatan magang,” tutur Ma’ruf memberikan contoh nyata.

Untuk Batch 4 ini, Dinas Tenaga Kerja menargetkan seluruh peserta mampu terserap di dunia kerja atau menciptakan lapangan kerja sendiri. Sebelumnya, Batch 2 dan Batch 3 telah diikuti total 112 peserta dan masih dalam tahap penyelesaian serta pendampingan.

Lima Hotel Baru Jadi Sasaran Pelatihan Perhotelan

Ma’ruf mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan baru di bidang perhotelan. Inisiatif ini lahir setelah adanya informasi pembangunan lima hotel baru di Kota Cirebon yang dipastikan membutuhkan banyak tenaga kerja terampil.

“Kemarin sudah berkomunikasi dengan PHRI karena di Kota Cirebon saat ini ada pembangunan lima hotel. Tentunya ini menjadi peluang sekaligus kebutuhan untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang perhotelan,” jelasnya.

Selain berkolaborasi dengan industri, Pemkot Cirebon juga menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung. Kerja sama tersebut difokuskan pada pelatihan metodologi untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi instruktur lokal.

Pemkot Terbuka untuk Kolaborasi Perluas Akses Pelatihan

Pemerintah Kota Cirebon menyatakan akan terus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbanyak akses warga terhadap pelatihan kerja. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing angkatan kerja lokal.

“Kami membuka berbagai peluang kolaborasi. Apa pun yang bisa dilakukan untuk memperbanyak kesempatan masyarakat mendapatkan pelatihan akan kami jajaki,” kata Ma’ruf.

Dengan skema kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak warga Kota Cirebon yang memiliki keterampilan dan memiliki pilihan, apakah masuk ke dunia kerja atau membangun usaha sendiri.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: ciremaitoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top