JAWA BARAT — Pertumbuhan kredit digital yang agresif menjadi motor utama ekspansi sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya (PVML) sepanjang semester pertama tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa meskipun nilai penyaluran dana terus menanjak, profil risiko industri pinjol masih terjaga.
"Tingkat wanprestasi agregat atau TWP90 industri pinjol tercatat sebesar 4,26%," ujar Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada Selasa (4/8/2026). Angka ini menunjukkan kualitas pembiayaan masih relatif sehat di tengah tingginya pertumbuhan kredit digital.
Di luar pinjol, industri perusahaan pembiayaan atau multifinance juga mencatatkan pertumbuhan, meski lebih moderat. Piutang pembiayaan mencapai Rp511,26 triliun, naik 1,88% secara tahunan. Ekspansi ini terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,36%.
Adapun rasio pembiayaan bermasalah multifinance tercatat sehat dengan non-performing financing (NPF) bruto sebesar 3,01% dan NPF neto 0,81%. Sementara itu, industri modal ventura justru mengalami kontraksi tipis 0,48%, dengan total pembiayaan menyusut menjadi Rp16,28 triliun.
Di tengah perlambatan di sektor lain, industri pergadaian justru mencetak pertumbuhan tertinggi di sektor PVML. Penyaluran pembiayaan melonjak 54,47% menjadi Rp162,26 triliun. Produk gadai mendominasi portofolio dengan nilai mencapai Rp136,28 triliun atau setara 84,36% dari total pembiayaan perusahaan gadai.
Lonjakan bisnis pergadaian ini kerap menjadi indikator meningkatnya kebutuhan dana cepat masyarakat, seiring dengan menguatnya dominasi pinjaman digital. Kombinasi pertumbuhan pinjol dan pergadaian menunjukkan tingginya permintaan likuiditas jangka pendek dari konsumen.
OJK memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap industri pinjaman daring untuk mencegah risiko sistemik, terutama terkait perlindungan konsumen dan praktik penagihan yang tidak etis. Regulator juga mendorong industri untuk menjaga kualitas underwriting di tengah ekspansi yang agresif.