BANDUNG — Sebanyak 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat akan unjuk gigi dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 yang berlangsung selama tiga hari penuh, 26-28 Juni 2026. Ajang tahunan ini tidak hanya memamerkan produk UMKM, tetapi juga menghadirkan peragaan busana, kuliner, dan pertunjukan seni budaya.
Kepala Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengatakan setiap daerah wajib menampilkan tiga produk terbaiknya yang sudah lolos kurasi. Produk-produk tersebut berasal dari tujuh bahan baku utama: bambu, kayu, rotan, tekstil, kaca, logam, dan batu.
"Semuanya yang memiliki potensi akan memiliki kesempatan yang sama. Menjadi produk-produk yang memang terbaik yang mewakili kabupaten kotanya," ujar Noneng dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Tidak hanya kerajinan klasik, panitia juga mendorong produk terbaru yang mengikuti tren kekinian untuk menarik minat kalangan muda. Beberapa produk bahkan pernah meraih penghargaan di tingkat nasional.
Tahun ini ada dua inovasi yang dihadirkan. Pertama, Pinton Kriya, yakni peragaan langsung proses pembuatan kerajinan seperti batik yang bisa disaksikan pengunjung. Kedua, Saba Kriya, program trip edukatif yang mengajak pengunjung atau calon pembeli mengunjungi sentra pengrajin dan wisata daerah di Jawa Barat.
Selain itu, gelaran fashion show tetap menjadi agenda rutin. Peragaan busana akan menampilkan wastra batik yang dirancang untuk acara formal maupun kegiatan sehari-hari. Acara ini akan diikuti perwakilan Dekranasda kabupaten/kota, kepala daerah, pimpinan Bank Indonesia, dan Gubernur Jawa Barat.
Untuk memudahkan pengunjung, seluruh transaksi di PKJB 2026 sudah menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. Noneng optimistis ajang ini tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga jembatan bisnis bagi perajin lokal.
"Jadi memang produk yang disajikan merupakan yang terbaik sehingga tentu tidak akan mengecewakan pengunjung terutama pembeli. Apalagi pembeli nanti akan hadir dari berbagai kota bukan hanya dari Jabar saja, bahkan ada yang datang dari luar negeri," tambahnya.
Ia menambahkan, melalui PKJB, produk kriya Jabar akan semakin dikenal, jaringan usaha terbangun, dan penjualan para pelaku UMKM dipastikan meningkat. Ajang ke-19 ini menjadi momentum bagi perajin daerah untuk naik kelas.