KUNINGAN — Usia 60 tahun bukan sekadar angka, melainkan batas akhir toleransi yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda, “Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia enam puluh tahun.” (H.R. Bukhari).
Hadis ini menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang usianya telah mendekati, tepat di, atau bahkan sudah melampaui angka 60. Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah di Kuningan, menekankan bahwa tidak ada yang pantas dilakukan selain memperbanyak istighfar, meningkatkan kualitas ibadah, dan fokus penuh mempersiapkan kehidupan akhirat.
Kisah Fudhail bin Iyadh: 60 Tahun Berjalan Menuju Tuhan
Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, seorang ulama bernama Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang yang sudah berusia 60 tahun. “Engkau selama 60 tahun berjalan menuju Tuhanmu, dan sebentar lagi engkau akan sampai,” tegas Fudhail. Orang itu pun terkejut dan bertanya tentang makna kalimat Inna lillahi wa inna Ilaihi raji’un.
Fudhail kemudian menjelaskan bahwa kalimat itu berarti kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Siapa yang yakin akan hal itu, ia harus sadar bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah dan ditanya. “Siapa yang yakin akan hal ini, ia harus menyiapkan jawabannya,” ujar Fudhail.
Jalan Keluar: Taubat di Sisa Usia
Ketika ditanya bagaimana jalan keluarnya, Fudhail memberikan resep yang sederhana namun berat: berbuat baiklah di sisa usia. “Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu diampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang. Jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu, kamu akan dihukum karena dosamu yang lalu dan yang akan datang,” tegasnya.
Peringatan ini sejalan dengan firman Allah dalam Q.S. Fathir ayat 37, yang menggambarkan teriakan penghuni neraka meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh. Allah menjawab, “Dan apakah Kami telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir?”
Jangan Menunggu Usia 60 Tahun untuk Bertobat
Imam Nur Suharno mengingatkan bahwa mumpung masih berada di dunia, jangan menunggu sampai usia enam puluh tahun baru beramal saleh. Ia mengutip Q.S. Ali Imran ayat 133 yang memerintahkan umat Islam untuk bersegera menuju ampunan Tuhan dan surga seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa.
“Karena itu, waspadalah ketika usia terus bertambah, apalagi ketika telah memasuki usia enam puluh tahun,” tulisnya dalam renungan yang disebarkan di Kuningan. Hanya karena kasih sayang-Nya, hidup seorang durjana bisa berakhir husnul khotimah, dan hanya karena murka-Nya, seorang ahli ibadah bisa mengakhiri hidup dengan suu-ul khotimah.