Ketua Percasi Sumedang Tatang Taryana Raih Podium Kedua Turnamen Catur Antar Ketua Pengcab se-Jabar di Sukabumi

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 14:45:01 WIB
Ketua Percasi Sumedang Tatang Taryana menempati posisi kedua dalam Turnamen Catur Antar Ketua Pengcab se-Jabar di Sukabumi.

SUMEDANG — Tatang Taryana harus mengakui keunggulan tuan rumah, Ketua Percasi Pengcab Kota Sukabumi Hendi Effendi, yang keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi ketiga diraih Ketua Percasi Pengcab Kabupaten Purwakarta, Said Ali Azmi. Pertandingan khusus para ketua ini berlangsung sejak 15 hingga 19 Juni 2026 di Kota Sukabumi.

Konsentrasi Penuh Kunci Kemenangan di Turnamen Catur

Di sela kegiatan, Tatang menyatakan rasa syukur atas capaiannya. "Alhamdulillah, turnamen catur antara ketua Pengcab se-Jabar dalam agenda Kejurda Catur tahun 2026, saya sebagai ketua Pengcab Sumedang meraih podium dua," ujarnya.

Menurut Tatang, meraih juara kedua di tingkat provinsi bukan perkara mudah. Ia mengaku harus berjuang keras menghadapi lawan-lawan yang tidak bisa dianggap enteng. "Yang jelas saat bertanding harus diikuti sebaik mungkin. Jangan sampai menganggap lawan enteng dan jangan sampai jatuh mental, namun harus tetap tekun karena ini turnamen catur butuh konsentrasi penuh," jelas Tatang.

Kejurda Catur 2026 Jadi Ajang Ukur Kualitas Antar Pengcab

Kejurda Catur 2026 tingkat Jawa Barat tidak hanya mempertandingkan kategori antar ketua Pengcab. Event ini menjadi barometer perkembangan olahraga catur di masing-masing daerah. Partisipasi aktif para ketua Pengcab dalam turnamen khusus ini dinilai mampu mendongkrak semangat atlet catur di tingkat kabupaten dan kota.

Bagi Tatang, hasil ini menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan bakat catur di Sumedang. Ia berharap prestasi serupa bisa diikuti oleh atlet-atlet binaan Percasi Sumedang di ajang-ajang berikutnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: radarsumedang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top