JAWA BARAT — Keputusan ini diambil di tengah tren kenaikan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik global. Meski begitu, Pertamina menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah karena masih mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan konsekuensi dari status Pertamax sebagai BBM nonsubsidi. Harganya mengikuti parameter pasar sesuai formula yang berlaku.
"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga ASEAN tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian," kata Roberth dalam keterangan resmi, Kamis (18/6).
Secara normal, evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan setiap bulan berdasarkan perkembangan parameter keekonomian. Namun, implementasinya tetap mengacu pada kebijakan pemerintah.
Roberth menambahkan, di tengah dinamika global yang mendorong harga minyak dunia naik akibat kondisi geopolitik, pemerintah berupaya menjaga harga Pertamax series agar tidak berfluktuasi tajam. Sebelum kenaikan ini, harga Pertamax sempat bertahan stabil dalam waktu yang cukup panjang.
Berikut rincian harga terbaru di SPBU Pertamina:
Dengan kenaikan ini, harga Pertamax di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga di ASEAN untuk produk setara. Pertamina berharap langkah ini tetap menjaga keseimbangan antara keekonomian perusahaan dan daya beli masyarakat.