BANJAR — Tanpa exit tol di Kota Banjar, Aanya khawatir wilayah tersebut hanya akan menjadi daerah lintasan proyek raksasa tanpa dampak ekonomi yang berarti bagi warga setempat. Posisi Banjar sebagai gerbang Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan simpul penghubung kawasan Priangan Timur dinilai sangat strategis.
"Kami mendukung penuh PSN ini. Tapi kami juga meminta agar Kota Banjar mendapat perhatian serius melalui pembangunan exit tol yang terhubung langsung ke pusat kota," kata Aanya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Menurut Aanya, akses keluar-masuk tol menjadi faktor penentu apakah manfaat ekonomi dari Tol Getaci benar-benar dirasakan masyarakat lokal atau justru dinikmati daerah lain yang memiliki akses langsung ke jaringan tol. Ia mencontohkan sejumlah proyek jalan tol sebelumnya yang berhasil memangkas waktu tempuh, namun manfaat ekonominya kerap tidak merata karena titik akses lebih banyak terkonsentrasi di kawasan industri tertentu.
"Kalau Tol Getaci tidak dilengkapi exit tol di Kota Banjar, maka warga dan pelaku usaha lokal hanya jadi penonton. Kita tidak mau pembangunan nasional lewat begitu saja tanpa menitipkan kesejahteraan untuk warga Kota Banjar," ujarnya.
Anggota Komite I DPD RI yang membidangi pemerintahan daerah ini menilai Banjar memiliki potensi menjadi pusat distribusi logistik dan perdagangan baru di koridor selatan Pulau Jawa. Keberadaan exit tol, menurutnya, bisa mempercepat arus investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi kota tersebut sebagai simpul ekonomi regional.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasukkan sedikitnya 13 proyek jalan tol di Jawa Barat ke dalam daftar PSN. Selain Tol Getaci, proyek lain yang masuk prioritas nasional antara lain Tol Ciawi–Sukabumi–Ciranjang–Padalarang, akses Tol Pelabuhan Patimban, hingga pengembangan jalan tol dalam Kota Bandung.
Aanya menyatakan akan mengawal implementasi PSN di Jawa Barat agar kebutuhan daerah tidak terabaikan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek strategis nasional tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau angka investasi, melainkan juga dari pemerataan akses ekonomi yang dirasakan masyarakat.
"PSN harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke daerah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan. Banjar adalah salah satu yang harus diprioritaskan," tutupnya.