BOGOR — Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas memadati titik start Gowes Napak Tilas Bogor, Jumat (19/7) pagi. Mereka menempuh rute sepanjang 64 kilometer yang melintasi kawasan bersejarah di Kabupaten Bogor hingga Malasari. Event ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HJB ke-544 yang digelar setiap tahun.
Rute yang dipilih tidak hanya menguji fisik, tetapi juga menyuguhkan pemandangan situs-situs peninggalan kolonial dan kerajaan. Peserta melewati beberapa titik yang disebut-sebut sebagai jalur perdagangan masa lalu, seperti kawasan Cisarua dan pertigaan menuju Malasari.
“Ini bukan sekadar gowes biasa. Setiap tikungan dan tanjakan punya cerita,” ujar Koordinator Lapangan Event, Agus Wijaya, kepada wartawan di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan bahwa peserta sudah dipersiapkan dengan peta sejarah dan pemandu lokal.
Sepanjang perjalanan, warga setempat menyambut para goweser dengan minuman dan makanan ringan. Beberapa warung di pinggir jalan juga kebanjiran pembeli, memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Dedi Suherman, menyebut event ini sebagai strategi promosi wisata sejarah. “Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak hanya punya kebun raya, tapi juga jejak sejarah yang panjang,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap bulan.
Panitia sengaja memilih jarak tempuh 64 kilometer untuk merepresentasikan tahun kemerdekaan Indonesia. Angka ini juga dinilai ideal untuk gowes jarak jauh yang tidak terlalu berat bagi peserta pemula. Rute dimulai dari Alun-Alun Cibinong, melewati kawasan Sentul, lalu menanjak ke arah Puncak dan berakhir di Kampung Malasari.
Peserta dari komunitas Bogor Bike, Rina Marlina, mengaku baru pertama kali mengikuti napak tilas sejauh ini. “Lumayan capek, tapi pemandangannya luar biasa. Banyak spot foto yang instagramable,” katanya sambil menunjukkan ponsel berisi dokumentasi perjalanan.
Gowes Napak Tilas Bogor adalah kegiatan bersepeda massal yang mengombinasikan olahraga dengan edukasi sejarah. Peserta tidak hanya bersepeda, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai situs-situs bersejarah yang dilewati. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan biasanya digelar dalam rangka hari jadi daerah.
Untuk mengikuti event serupa, peserta cukup mendaftar melalui komunitas sepeda setempat atau media sosial resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor. Tidak ada biaya pendaftaran, namun peserta diwajibkan membawa perlengkapan safety seperti helm dan lampu sepeda.