JAWA BARAT — Secara simbolis, bantuan diberikan di dua lokasi berbeda. Pertama, di Wihara Satrya Dharma yang terletak di Teluk Gong Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Kedua, di Wihara Dharma Bhakti di kawasan Taman Duta Mas, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Wihara Satrya Dharma dikenal sebagai salah satu wihara terbesar di Jakarta. Di kompleksnya, terdapat Kelenteng Kwee Goan Say yang merupakan bangunan tertua di area tersebut, dibangun pada era 1960-an. Sementara itu, Wihara Dharma Bhakti menyandang status sebagai klenteng tertua di Jakarta dan berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan Dhamma, serta kegiatan sosial.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Dalam momentum Hari Raya Waisak ini, kami ingin mewujudkan kepedulian bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di Wihara Satrya Dharma dan Wihara Dharma Bhakti,” ujarnya.
Menurut Dhanny, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. BRI berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui program sosial yang inklusif dan menjangkau beragam kelompok masyarakat. “Kami berharap dapat terus hadir sebagai mitra yang tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan dampak sosial yang positif,” imbuhnya.
Ketua Pembina Wihara Satrya Dharma, Tang Li Fen, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai aksi BRI mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha, yaitu kepedulian terhadap sesama. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Kami juga berharap BRI senantiasa semakin maju dan dapat terus menebarkan kebaikan bagi masyarakat luas,” katanya.
Senada, Ketua Pembina Wihara Dharma Bhakti, Ekawati Tantawi, menekankan bahwa momen Waisak menjadi waktu yang tepat untuk menyebarkan cinta kasih dan memperkuat kepedulian antarsesama. Ia mengapresiasi langkah BRI yang hadir langsung di tengah komunitas untuk berbagi kebahagiaan.
Melalui penyaluran paket sembako ini, BRI menegaskan posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.