Informasi ini diungkap oleh analis rantai pasok ternama, Ming-Chi Kuo, yang menyebutkan bahwa komponen baru tersebut memiliki harga jual rata-rata jauh lebih tinggi ketimbang lensa plastik tujuh elemen yang digunakan di kamera utama iPhone 17 Pro. Bagi pengguna di Indonesia, peningkatan biaya komponen ini kerap menjadi sinyal awal kenaikan harga jual produk di Tanah Air.
Selama ini, semua varian iPhone Pro dari seri 14 Pro hingga 17 Pro mengandalkan aperture tetap di f/1.78. Artinya, bukaan lensa tidak bisa berubah secara fisik, sehingga kamera hanya mengandalkan software dan sensor untuk mengatur pencahayaan.
Dengan aperture variabel, lensa dapat mengecilkan atau membesarkan bukaan secara mekanis. Hasilnya, kontrol eksposur menjadi lebih presisi dan pengguna bisa mendapatkan efek depth of field (bokeh) yang lebih fleksibel tanpa harus bergantung sepenuhnya pada mode potret berbasis perangkat lunak.
Kuo pertama kali menyinggung fitur ini pada akhir 2024, dan kabarnya komponen tersebut sudah memasuki tahap produksi awal tahun ini.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Apple menggandeng Sunny Optical sebagai pemasok utama. Perusahaan asal China tersebut diperkirakan akan memasok 40 hingga 50 persen dari total pesanan modul kamera untuk iPhone 18 Pro.
Ini bukan pertama kalinya Sunny Optical bekerja sama dengan Apple. Mereka juga baru saja ditunjuk sebagai pemasok modul kamera kompak (CCM) untuk MacBook Neo—lini laptop entry-level Apple yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat. Kinerja MacBook Neo ternyata melampaui ekspektasi awal; Kuo bahkan me