JAWA BARAT — Xiaomi akhirnya angkat bicara soal bocoran spesifikasi andalan lini terbarunya. Melalui pengumuman resmi pada Selasa (15/4), perusahaan memastikan Xiaomi 17T Pro akan menjadi anggota pertama keluarga 17 series yang tidak menggunakan prosesor Snapdragon. Langkah ini memecah tradisi yang selama ini identik dengan chip Qualcomm di jajaran T-series.
Prosesor anyar ini dibangun dengan arsitektur 3nm yang lebih efisien secara energi. Meski belum ada angka benchmark resmi, klaim daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual utama. Angka 7.000 mAh sendiri tergolong jumbo untuk kelas ponsel flagship.
Keputusan ini menarik karena selama beberapa generasi, seri T (sebelumnya dikenal sebagai Mi T Series) selalu mengandalkan chip Snapdragon. Untuk Xiaomi 17 series lainnya, perusahaan masih setia pada Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dengan kata lain, 17T Pro menjadi varian spesial yang membawa arsitektur berbeda.
Pergeseran ini kemungkinan besar terkait strategi diversifikasi rantai pasok dan efisiensi biaya. MediaTek belakangan memang gencar menembus segmen flagship dengan chipset 3nm yang performanya tak kalah dari kompetitor.
Hingga berita ini diturunkan, Xiaomi Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran lokal. Namun, melihat pola rilis sebelumnya, ponsel ini biasanya hadir di Tanah Air dalam rentang 2-3 bulan setelah pengumuman global.
Yang jelas, persaingan ponsel flagship 2026 bakal semakin sengit. Dengan baterai 7.000 mAh dan chip 3nm, 17T Pro menyasar pengguna yang prioritas utamanya adalah daya tahan tanpa kompromi pada performa harian.
Xiaomi 17T Pro tampaknya ditujukan bagi penggemar berat media sosial yang sering merekam video, mobile gamer yang butuh baterai tahan seharian, atau siapa pun yang muak dengan power bank. Tapi, kita tunggu dulu hasil review performa asli dan harganya. Jika banderolnya tetap kompetitif, ini bisa jadi kuda hitam di kelas flagship 2026.