CIREBON — Ribuan warga memadati area pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon sejak pagi hari. Antrean panjang terlihat saat masyarakat berusaha mendapatkan paket sembako dengan harga di bawah rata-rata pasar.
Kegiatan ini merupakan inisiasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Ratnawati yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat. Sebanyak 3.500 paket komoditas disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga warga setempat.
Ratnawati menjelaskan bahwa Desa Cipeujeuh Kulon menjadi titik kedua dari total 10 lokasi pelaksanaan GPM yang direncanakan di wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Indramayu. Sebelumnya, agenda serupa telah sukses digelar di Desa Buntet.
Seluruh komoditas yang dijual dalam program ini telah mendapatkan subsidi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Setiap komoditas sudah mendapat subsidi sekitar Rp2 ribu per kilogram," ujar Ratnawati di sela-sela kegiatan.
Selain subsidi reguler, masyarakat mendapatkan keringanan tambahan melalui dukungan Anggota DPR RI Herman Khaeron. Tersedia 1.000 lembar kupon diskon senilai Rp5 ribu yang dapat digunakan warga untuk memotong total belanjaan mereka.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan kebutuhan pangan murah memang sangat dibutuhkan warga, terutama ibu rumah tangga. Kami ingin hadir membantu warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ungkap Ratnawati.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Provinsi Jawa Barat, Ema Armia Nadia, menyatakan bahwa GPM menyediakan sedikitnya 12 jenis komoditas pangan strategis. Pilihan bahan pokok mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, hingga daging ayam dan sapi tersedia di lokasi.
Ema mengakui adanya tren kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir akibat pengaruh ekonomi global. Namun, pihaknya memastikan ketersediaan bahan pangan utama untuk wilayah Jawa Barat masih dalam kondisi terkendali.
“Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan strategis dengan harga stabil. Untuk beras, stok masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat karena saat ini tengah memasuki masa panen raya,” tegas Ema.
Program yang sudah berjalan sejak tahun 2023 ini diharapkan dapat menjaga stabilitas inflasi daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen terus melakukan intervensi pasar melalui GPM untuk memastikan akses pangan masyarakat tetap terjangkau.