Pemkot Bandung Jamin Satwa Bandung Zoo Aman Meski MoU Berakhir

Penulis: Taufik Rahman  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27:23 WIB
Pemerintah Kota Bandung pastikan perawatan satwa Bandung Zoo tetap terjaga setelah masa MoU berakhir.

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menegaskan operasional Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tetap berjalan kondusif di tengah perubahan status administrasi lahan. Kepastian ini muncul untuk menjawab kekhawatiran publik terkait nasib koleksi satwa setelah masa berlaku nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan resmi berakhir.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan secara intensif. Menurutnya, berakhirnya kerja sama administratif tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap pemeliharaan rutin hewan maupun hak-hak pekerja di objek wisata tersebut.

Kebutuhan Pakan dan Hak Pegawai Tidak Terganggu

Gun Gun menekankan bahwa standar perawatan satwa di Bandung Zoo tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh instrumen pendukung operasional, mulai dari ketersediaan pakan harian hingga pemeriksaan kesehatan oleh tim medis veteriner, masih berada dalam kondisi yang terkendali.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, pakan satwa, kesehatan hingga tenaga kerja semuanya dalam kondisi normal dan terkelola dengan baik,” kata Gun Gun dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (9/5/2026).

Selain urusan satwa, manajemen internal kebun binatang juga dilaporkan tetap stabil. Para petugas kebersihan, perawat satwa (zookeeper), hingga staf administrasi tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya tanpa ada gangguan pada sistem pengupahan maupun pembagian kerja.

Sinergi Tiga Level Pemerintahan Kawal Pengelolaan Satwa

Keberlangsungan Bandung Zoo kini bergantung pada pola koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pusat. Gun Gun menjelaskan bahwa penanganan aset dan fungsi konservasi di lahan tersebut melibatkan sinkronisasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kekosongan peran dalam perlindungan satwa-satwa dilindungi yang menjadi daya tarik utama lokasi tersebut. Pemerintah ingin memastikan transisi pasca-MoU ini berjalan mulus tanpa mengorbankan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).

“Meski MoU sudah selesai pemerintah tetap hadir. Semua pihak tetap kompak menangani kebun binatang ini,” ujar Gun Gun menutup pernyataannya.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: jabarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top