127 Siswa SD Sukmajaya Depok Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 19:50:01 WIB
siswa SD Sukmajaya Depok berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026.

DEPOK — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Sukmajaya resmi berakhir sekaligus menutup rangkaian Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah negeri dan swasta dengan antusiasme tinggi dari para guru pendamping maupun panitia pelaksana.

Upaya Melestarikan Budaya Sunda di Tengah Heterogenitas Depok

Penanggung jawab kegiatan, Hj. Beti Nurbaeti menjelaskan bahwa festival ini memiliki misi besar untuk menjaga identitas kedaerahan. Meski Kota Depok dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa, posisi geografisnya di Jawa Barat membuat pengenalan budaya Sunda tetap menjadi prioritas bagi generasi muda.

“Walaupun Kota Depok dihuni berbagai suku, secara geografis Depok berada di wilayah Jawa Barat yang memiliki budaya Sunda. Karena itu penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal dan mencintai budayanya,” ujar Hj. Beti di sela kegiatan.

Ia berharap melalui FTBI, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter tanpa meninggalkan akar budaya daerah. Kebanggaan terhadap bahasa ibu dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk jati diri anak di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Maca Sajak Jadi Cabang Lomba dengan Peserta Terbanyak

Data panitia mencatat total 127 peserta yang bersaing dalam tujuh kategori lomba, terdiri atas 52 siswa putra dan 75 siswa putri. Cabang maca sajak menjadi kategori yang paling diminati dengan total 33 peserta, disusul oleh kategori ngadongeng yang diikuti 20 peserta.

Berikut rincian partisipasi siswa dalam FTBI Sukmajaya 2026:

  • Maca sajak: 33 peserta (13 putra, 20 putri)
  • Ngadongeng: 20 peserta (9 putra, 11 putri)
  • Biantara: 19 peserta (8 putra, 11 putri)
  • Pupuh: 18 peserta (6 putra, 12 putri)
  • Aksara Sunda: 17 peserta (7 putra, 10 putri)
  • Birangan: 13 peserta (6 putra, 7 putri)
  • Carpon: 7 peserta (3 putra, 4 putri)

Sejauh Mana Efektivitas Pembelajaran Bahasa Sunda di Sekolah?

Selain sebagai ajang kompetisi, FTBI berfungsi sebagai barometer evaluasi kurikulum muatan lokal di tingkat kecamatan. Hj. Beti menekankan bahwa melalui penampilan para siswa di atas panggung, pihak sekolah dapat melihat sejauh mana kualitas pembelajaran Bahasa Sunda yang telah berjalan selama ini.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat sejauh mana pembelajaran Bahasa Sunda di masing-masing sekolah berjalan dengan baik atau masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki bersama,” katanya menambahkan.

Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum LLP Kecamatan Sukmajaya, Yayat Hendayana. Penilaian lomba melibatkan 21 dewan juri yang berasal dari unsur pengawas pembina, praktisi profesional, kepala sekolah, hingga guru spesialis Bahasa Sunda untuk menjamin objektivitas hasil kompetisi.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: swarapendidikan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top