Literasi Karawang Anjlok, Peringkat Gemar Membaca Turun ke Urutan 15

Penulis: Ridho Pratama  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31:01 WIB
Skor Tingkat Gemar Membaca Karawang turun drastis dari 80,30 menjadi 59,13 dalam setahun terakhir.

KARAWANG — Skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Kabupaten Karawang mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, posisi Karawang terlempar dari jajaran elit literasi daerah setelah skornya anjlok drastis.

Perbandingan Skor Literasi Karawang Tahun 2024 dan 2025

Pada survei tahun 2024 yang diperbarui per 24 Februari 2025, Karawang sempat mencatatkan performa gemilang dengan skor 80,30. Angka ini membawa Karawang duduk di peringkat ke-7 se-Jawa Barat, bersaing ketat dengan wilayah dengan tingkat literasi tinggi seperti Kota Bogor (91,79), Bandung (87,14), dan Kota Depok (86,19).

Kondisi tersebut berubah drastis pada pembaruan data terbaru per 26 Februari 2026. Skor TGM Karawang merosot ke angka 59,13. Penurunan lebih dari 20 poin ini mengakibatkan peringkat Karawang terjun bebas ke urutan 15 di tingkat provinsi.

Karawang Berada di Bawah Rata-rata Jawa Barat

Penurunan skor ini membuat Karawang kini berada di bawah rata-rata Tingkat Gemar Membaca Jawa Barat yang tercatat sebesar 59,19. Posisi teratas klasemen literasi di Jawa Barat kini dihuni oleh Kabupaten Subang dengan skor 63,62, disusul Sukabumi (63,41) dan Kota Tasikmalaya (63,36).

Data terbaru ini menjadi sinyal adanya tantangan serius dalam menjaga budaya baca di tengah masyarakat Karawang. Perubahan peringkat yang cukup tajam menunjukkan adanya hambatan dalam akses bacaan maupun kebiasaan literasi warga yang perlu segera diidentifikasi.

Mengapa Minat Baca di Karawang Mengalami Penurunan?

Merosotnya peringkat Karawang memicu perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program literasi yang sedang berjalan. Faktor akses terhadap bahan bacaan di tingkat desa hingga efektivitas perpustakaan daerah menjadi poin utama yang harus disoroti oleh pemerintah kabupaten.

Selain infrastruktur fisik, kebiasaan membaca masyarakat di era digital juga menjadi tantangan tersendiri. Jika pada tahun sebelumnya Karawang mampu bersaing di papan atas, kini daerah lumbung padi ini justru tertinggal dari sejumlah daerah tetangga di Jawa Barat.

Berbagai pihak kini diharapkan memperkuat kolaborasi untuk mendorong kembali minat baca warga. Evaluasi program literasi dan kemudahan akses buku diharapkan mampu mengembalikan posisi Karawang ke jajaran daerah dengan tingkat literasi tinggi di masa mendatang.

Reporter: Ridho Pratama
Back to top