Cirebon — Nilai ekspor produk rotan dan furnitur asal Kabupaten Cirebon terus menunjukkan pertumbuhan meski dihadapkan pada dinamika global yang kompleks. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Suhartono, menegaskan bahwa sektor ini akan terus didorong untuk memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian daerah.
Data yang dihimpun menunjukkan peningkatan nilai ekspor rotan dan furnitur Cirebon dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada 2023, nilai ekspor tercatat sebesar 102,79 juta dolar AS, kemudian meloncat signifikan menjadi 156,97 juta dolar AS di tahun 2024. Pada 2025, meski terjadi penyesuaian, nilai ekspor masih konsisten di angka 126,84 juta dolar AS dan menunjukkan kinerja positif.
Suhartono menyampaikan bahwa sektor rotan khususnya mampu mempertahankan stabilitas meskipun mengalami fluktuasi angka. Konsistensi ini menjadi indikator bahwa industri rotan Cirebon memiliki daya tahan yang kuat di pasar global.
Industri rotan Cirebon masih mengandalkan bahan baku impor untuk proses finishing, terutama pernis berbahan dasar minyak bumi. Ketergantungan ini memang memberikan pengaruh terhadap struktur biaya produksi pelaku industri.
Namun demikian, Suhartono menekankan bahwa dampak dari penggunaan bahan baku impor tersebut tidak sampai mengganggu kinerja ekspor secara signifikan. Monitoring berkelanjutan dilakukan untuk memastikan bahwa fluktuasi harga global tidak menggerus keuntungan kompetitif produk rotan Cirebon di pasar internasional.
Untuk meningkatkan daya saing, Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah memberikan pendampingan teknis terkait diversifikasi produk kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Program ini melibatkan 30 pelaku industri dan mencakup pengembangan desain, inovasi produk, peningkatan kualitas, serta strategi diversifikasi.
Intervensi ini ditujukan untuk memastikan bahwa tidak hanya pelaku industri besar, tetapi juga IKM lokal dapat meningkatkan kapasitas produksi dan nilai ekspor mereka. Dengan peningkatan kuantitas dan kualitas secara bersama-sama, diharapkan momentum pertumbuhan dapat terus berlanjut.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Kabupaten Cirebon menunjukkan trajectory pertumbuhan yang positif. Pada 2023, total ekspor mencapai 354,59 juta dolar AS, meningkat menjadi 423,89 juta dolar AS pada 2024, dan kembali naik ke 432,05 juta dolar AS selama 2025. Produk rotan menjadi salah satu pilar utama dalam kontribusi ekspor daerah ini.
Dengan momentum yang sudah terbangun dan fokus pada peningkatan kualitas serta diversifikasi, Kabupaten Cirebon optimistis dapat mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekspor pada tahun-tahun mendatang. Komitmen dalam mendukung industri rotan lokal diharapkan akan terus menghasilkan kontribusi signifikan bagi ekonomi Jawa Barat.