JAWA BARAT — Xiaomi 18 Pro Max resmi melewati sertifikasi Postel Komdigi dengan nomor model 2609BPN61G, menandakan flagship bermesin Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 ini segera masuk Indonesia. Di China, varian 12GB/256GB dibanderol mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 18,9 juta, dan harga di Tanah Air diprediksi lebih tinggi. Baterai silikon-karbon 8.500 mAh plus layar sekunder OLED di bodi belakang jadi dua alasan utama ponsel ini layak ditunggu.
PT Xiaomi Technology Indonesia mendaftarkan dua perangkat sekaligus ke laman Postel Komdigi: nomor model 2609BPN61G yang diduga Xiaomi 18 Pro Max, dan M2320W1 yang diyakini Xiaomi Watch 2 generasi 2026. Sertifikasi ponsel tercatat pada 12 Oktober 2026.
Jejak pendaftaran 2609BPN61G sebenarnya sudah muncul lebih dulu di laman P3DN Kemenperin, lengkap dengan lolos TKDN. Dua dokumen ini jadi indikator paling konkret bahwa Xiaomi serius membawa flagship terbarunya ke pasar lokal, bukan sekadar wacana.
Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, sempat memamerkan unit berwarna biru tua di Jakarta saat acara Media Gathering beberapa waktu lalu. Momen itu memperkuat sinyal kehadiran perangkat ke Tanah Air.
Spesifikasi Xiaomi 18 Pro Max: Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan RAM 16 GB
Xiaomi memposisikan ponsel ini untuk pengguna power-user. Jantungnya Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dipadu RAM hingga 16 GB dan penyimpanan maksimal 1 TB.
Layarnya LTPO OLED 6,9 inci dengan bezel 0,99 mm dan kecerahan puncak 4.000 nits. Angka tersebut menempatkannya di jajaran panel paling terang di kelas flagship.
Yang paling tidak biasa: layar sekunder OLED 2,9 inci di bodi belakang. Fungsinya sebagai viewfinder swafoto dan kontrol berbasis AI, pendekatan yang jarang dipakai kompetitor.
Baterai 8.500 mAh dan Kamera Leica 200 MP
Daya tahan jadi salah satu kartu andalan. Baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh mendukung pengisian 100W, kombinasi yang di kelas ini masih tergolong jarang.
Di sektor fotografi, Xiaomi menggandeng Leica untuk kamera utama 200 MP bersensor Light Hunter 960. Ada pula lensa telefoto periskop 200 MP dengan optical zoom.
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
- RAM/Storage: hingga 16 GB / 1 TB
- Layar utama: LTPO OLED 6,9 inci, bezel 0,99 mm, puncak 4.000 nits
- Layar sekunder: OLED 2,9 inci di bodi belakang
- Baterai: silikon-karbon 8.500 mAh, charging 100W
- Kamera: utama 200 MP Light Hunter 960 + telefoto periskop 200 MP
Xiaomi Watch 2 2026: Wear OS dan Baterai 65 Jam
Smartwatch yang ikut terdaftar membawa Wear OS by Google dengan prosesor hemat daya Snapdragon. Layarnya AMOLED, diklaim tahan air 5 ATM.
Baterai 495 mAh disebut mampu bertahan hingga 65 jam. Untuk smartwatch berbasis Wear OS, angka itu termasuk wajar, tapi belum cukup untuk pemakaian dua hari penuh dengan GPS aktif.
Perlu dicatat, sebagian spesifikasi Watch 2 masih berstatus prediksi, termasuk material bodi aluminium. Belum ada konfirmasi resmi soal varian warna dan harga jualnya.
Harga di Indonesia Masih Tanda Tanya
Di China, Xiaomi 18 Pro Max varian 12GB/256GB dijual mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 18,9 juta. Harga di Indonesia kemungkinan lebih mahal, mengingat pola penetapan harga flagship Xiaomi di pasar lokal biasanya lebih tinggi dari China.
Yang perlu diperhatikan calon pembeli: belum ada tanggal peluncuran resmi, belum ada konfirmasi varian yang masuk, dan belum ada kepastian apakah layar sekunder OLED ikut dibawa ke semua varian. Sertifikasi Postel dan TKDN memang syarat wajib sebelum perangkat dijual legal di Indonesia, tapi bukan jaminan tanggal rilis.
Untuk pengguna yang mencari flagship dengan baterai jumbo dan inovasi kamera, Xiaomi 18 Pro Max masuk daftar pantau. Bagi yang butuh kepastian harga dan garansi resmi, tunggu pengumuman resmi Xiaomi Indonesia.