JAKARTA — Pemantauan berjalan lewat pemetaan pemain yang tampil reguler di kompetisi Eropa, mulai dari Liga 2 Spanyol hingga Premier League. PSSI menempatkan kelayakan administrasi sebagai syarat utama sebelum proses naturalisasi bergulir.
Kesiapan sang pemain ikut jadi pertimbangan. Status kewarganegaraan, dokumen, dan keinginan membela Merah Putih tidak bisa dilewati begitu saja.
Daijiro Chirino, Bek Kanan Keturunan Maluku yang Bersaing di Liga 2 Spanyol
Chirino tampil bersama Almeria di Liga 2 Spanyol. Dari delapan laga, bek kanan keturunan Maluku ini mencetak satu gol.
Rekam jejak itu dinilai bisa memperketat persaingan di posisi bek kanan skuad Garuda.
Dean Zandbergen, Striker 188 Cm dengan Catatan 15 Gol Semusim
Zandbergen sempat tajam bersama VVV Venlo dengan 15 gol musim lalu. Kini ia membela Dinamo Bucuresti dan mencatat satu gol serta satu assist dari empat penampilan.
Postur 188 cm memberi opsi tambahan di lini depan.
Julian Oerip, Wonderkid 19 Tahun di AZ Alkmaar U-21
Oerip tampil impresif di Liga 2 Belanda dengan tiga gol dan empat assist dari 10 laga. Gelandang berusia 19 tahun ini menawarkan kreativitas di lini tengah.
Demiane Agustien, Gelandang Serang Fleksibel Arsenal U-21
Agustien bisa bermain di beberapa posisi. Nama gelandang serang 19 tahun ini sempat jadi sorotan publik Tanah Air usai mengunggah jersei Timnas Indonesia di media sosial.
Pascal Struijk, Bek Tengah dengan Pengalaman Premier League
Struijk hijrah dari Leeds United ke Brighton & Hove Albion pada musim panas 2026. Pengalaman di Premier League dinilai berharga untuk memperkuat lini pertahanan Garuda.
Lima nama itu melengkapi peta kebutuhan skuad: bek kanan, bek tengah, gelandang kreatif, gelandang serang, dan striker. Herdman dan PSSI disebut terus memantau deretan pemain keturunan di Eropa.
Keputusan akhir tetap menunggu kelayakan administrasi kewarganegaraan, jalannya proses naturalisasi, dan kesiapan masing-masing pemain.