JAWA BARAT — PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menerapkan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek dari KM 21 hingga KM 23 sejak pukul 07.49 WIB, Selasa (13/10/2026). Rekayasa lalu lintas ini diambil bersama Kepolisian untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur tersebut.
Petugas JTT bersama Kepolisian sudah berada di lokasi sejak pagi untuk mengatur arus dan memastikan jalur contraflow berjalan aman. Senior Manager Representative Office 1 JTT, Jauzy Anbiya, mengatakan pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan terus-menerus dan rekayasa akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Mengapa Contraflow Diberlakukan Pagi Ini
Kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek menjadi alasan utama penerapan contraflow. Arus yang menumpuk di KM 21 hingga KM 23 mendorong JTT dan Kepolisian mengambil langkah operasional sejak dini hari.
Jauzy menyebut penyesuaian rekayasa lalu lintas bergantung pada kondisi aktual. "Kami terus memantau kondisi lalu lintas dan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menyesuaikan rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pgs VP Corporate Secretary & Legal JTT, Dary Achmad Budi, meminta pengendara berhati-hati saat melintasi jalur contraflow. Pengguna jalan diminta mengantisipasi perjalanan, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan begitu memasuki lajur yang dibalik arah.
Dary juga mengingatkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. "JTT memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tuturnya.
Pantauan dan Penyesuaian Selanjutnya
JTT menyatakan akan terus memantau kondisi lalu lintas dan berkoordinasi dengan Kepolisian. Penyesuaian rekayasa lalu lintas bisa dilakukan kapan saja mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Bagi pengguna jalan yang hendak melintas, memperhatikan informasi terbaru soal contraflow menjadi langkah penting agar perjalanan tidak terganggu. Contraflow di KM 21-23 arah Cikampek menjadi salah satu upaya menjaga kelancaran arus di ruas tol tersibuk Pulau Jawa tersebut.