JAWA BARAT — Proses produksi film ini berlangsung di bawah bayang-bayang konflik AS-Iran. Syuting awalnya dilakukan di Tehran, tetapi tim produksi kemudian terpaksa pindah ke Turki untuk menyelesaikan sejumlah adegan interior.
Premis Cerita: Dokter yang Memilih Akhiri Hidup
A Bit of Light ditulis Asgari bersama Shadmehr Rastin, penulis naskah film It Was Just An Accident. Film dibuka dengan adegan Arash diperankan Missagh Zareh, menatap mesin espresso-nya dengan pandangan kosong.
Dari situ, cerita bergerak mengikuti Arash yang menutup rumahnya dan membagikan tanaman hiasnya ke sejumlah penerima. Ia berencana memberi tahu tiga adiknya dan ibunya bahwa ia tidak bisa lagi hidup dalam kondisi seperti sekarang.
Penutupan praktik dan pencabutan lisensi Arash terjadi karena alasan politik yang terungkap perlahan sepanjang film. Meski diskors, ia masih sesekali dipanggil untuk menangani pasien yang membutuhkan pertolongan.
Dinamika Keluarga Jadi Inti Drama
Adik Arash, Maziar (Ramtin Daghigh), menangis di meja makan sambil berusaha membujuk kakaknya mencoba seks, narkoba, dan alkohol demi mengubah keputusan. Upaya itu menjadi salah satu dari banyak intervensi keluarga dalam film.
Dua adik perempuan Arash punya pendekatan berbeda. Mahsa (Sadaf Asgari), guru yoga, menawarkan nasihat spiritual. Sementara Massi (Forouzan Jamshidnejad), seorang guru paruh baya, menyampaikan penolakan dengan lebih lugas.
Ketiga sosok ini tidak hanya membentuk gambaran kehidupan Arash, tetapi juga menjadi mikrokosmos masyarakat Iran yang bergerak lambat di bawah tekanan rezim teokratis dan ultimatum dari Presiden Donald Trump.
Pendekatan Visual dan Suara
Asgari menggarap film ini dengan pendekatan neorealisme Iran, observasi tanpa banyak campur tangan dan lanskap suara naturalistis. Sinematografi dan penyuntingan ditangani Iman Tahsin.
Namun di beberapa momen, sutradara menyelipkan sentuhan ekspresionisme. Salah satunya saat Arash mengunjungi studio yoga Mahsa dan terpaku pada instruksi yang bergema, dengan latar jendela kaca yang tampak berkilau.
Desain suara memegang peran penting dalam drama ini. Pada adegan pembuka, suara mesin espresso yang mendesis berfungsi menegaskan kebas dan keterasingan Arash.
Penampilan Zareh, yang sebelumnya berperan sebagai patriark menakutkan di The Seed of the Sacred Fig, disebut membawa kualitas ethereal pada realisme film. Framing yang konsisten menjauh membuat setiap dialognya terasa berasal dari luar dirinya.
Komedi Gelap di Tengah Tema Berat
Sejak awal, A Bit of Light menyimpan nada komedi gelap yang bertahan sepanjang 87 menit. Meski demikian, film ini sulit dikategorikan sebagai tragicomedy karena keseriusannya terhadap subjek cerita.
Beberapa tantangan terhadap keputusan Arash disampaikan dengan nada tongue-in-cheek, misalnya pertunjukan seni tentang seorang ibu yang berpamitan pada anaknya. Namun kekuatan emosional film ini justru datang dari verisimilitude dramatiknya.
Dalam waktu kurang dari satu setengah jam, Asgari dan para pemainnya membangun hubungan realistis dan unik antara Arash dan orang-orang terdekatnya. Setiap karakter diberi idiosinkrasi spesifik yang membuat konflik terasa nyata.
Setiap interaksi menjadi rintangan bagi Arash, karena ketidaksempurnaan hidup di Iran modern justru memperkuat sensasi benar-benar hidup dengan segala kerumitannya. Film ini menempatkan pertanyaan tentang pilihan hidup di atas narasi politik yang melatarinya.