JAWA BARAT — Kegiatan ini sekaligus menandai kembalinya kompetisi usia dini yang digelar Arema FC setelah vakum sekitar tujuh tahun terakhir. Head of Arema FC Academy, Riyan Meidi Wijaya, menyebut pandemi Covid-19 menjadi faktor utama mandeknya agenda serupa pada masa lalu.
Dua Kategori Umur Berlaga di Pekan Pertama
Pekan perdana pada 15-16 Agustus 2026 akan mempertandingkan kelompok umur (KU) 10. Sepekan berselang, giliran KU-12 yang turun pada 22-23 Agustus 2026.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi nilai utama yang ingin diberikan kepada para peserta.
"Pembinaan usia muda ini menjadi bagian penting dari perjalanan Arema. Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman berkompetisi sejak dini, memiliki jiwa kompetitif, tetapi tetap mengedepankan sportivitas dan nilai-nilai positif," ujar Yusrinal dalam keterangan resminya.
Format Kompetisi dan Standar Penyelenggaraan
Total 96 tim yang lolos verifikasi terbagi dalam tiga kelompok umur. Sebanyak 40 tim berlaga di KU-10, 40 tim di KU-12, dan 16 tim sisanya akan bertanding di KU-14.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Project Event Officer Arema FC, Denny Herlambang, menyebut ajang ini dirancang dengan standar profesional. Konsepnya mengombinasikan pertandingan dengan unsur hiburan agar anak-anak tetap menikmati proses.
"Event ini kami desain secara profesional. Jadi bukan hanya pertandingan, tetapi bagaimana anak-anak dan keluarga yang datang bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Kami mengombinasikan kompetisi dengan unsur fun dan entertainment," kata Denny.
Proteksi Peserta dan Dukungan untuk UMKM Lokal
Panitia memberikan perhatian serius pada aspek keselamatan atlet muda. Seluruh peserta dilindungi BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Selain itu, proses screening usia diterapkan secara ketat untuk menjaga integritas kompetisi. Langkah ini memastikan setiap anak bertanding sesuai kategori umur yang telah ditentukan.
Kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak bagi masyarakat sekitar Lawang. Panitia menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal melalui bazar yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Riyan menambahkan bahwa atmosfer pertandingan harus dibuat kompetitif sekaligus menyenangkan. "Anak-anak harus menikmati prosesnya. Mereka boleh memiliki target untuk menang, punya jiwa kompetitif, tetapi harus tetap sportif dan menghargai lawan," imbuhnya.