JAWA BARAT — Rencana Apple menghadirkan iPhone dengan desain revolusioner untuk merayakan 20 tahun perangkat tersebut dikabarkan kandas. Berdasarkan laporan analis Jefferies, Edison Lee, proyek iPhone all-glass yang sempat ditargetkan rilis pada September 2027 itu gagal melaju ke tahap produksi massal. Penyebab utamanya adalah tingkat produksi (production yield) yang rendah, alias banyaknya unit cacat yang dihasilkan selama proses manufaktur.
Mengapa Proyek iPhone Kaca Menyeluruh Ini Penting?
Sejak 2025, iPhone dengan desain all-glass digadang-gadang sebagai perubahan terbesar sejak iPhone X. Konsepnya mencakup panel kaca melengkung yang membungkus bagian depan dan belakang tanpa lubang kamera, serta menghilangkan Dynamic Island sepenuhnya. Teknologi Face ID pun direncanakan disembunyikan di bawah layar, menggantikan tombol fisik dengan tombol solid-state.
Bagi Lee, pembatalan ini bukan sekadar satu model batal rilis. Ia meyakini Apple sebenarnya berencana menerapkan desain kaca menyeluruh ini ke lini iPhone Pro dan Pro Max. Strategi itu dimaksudkan untuk menaikkan harga jual rata-rata (average selling price) di tengah membengkaknya biaya komponen memori yang menekan margin keuntungan.
Dampak ke Harga dan Strategi Apple
Kekhawatiran utama Lee berpusat pada kemampuan Apple menaikkan harga iPhone di masa depan. Jika proyek ini jadi meluncur, Lee memperkirakan banderolnya bisa mencapai sekitar USD 2.060 (sekitar Rp 34 juta) untuk harga rata-rata tertimbang—angka tertinggi yang pernah ada untuk sebuah iPhone. Dengan batalnya proyek ini, Apple kehilangan amunisi untuk membenarkan kenaikan harga di tengah biaya produksi yang terus merangkak naik.
Selain masalah desain, Lee juga menyoroti strategi kecerdasan buatan (AI) Apple dan kenaikan biaya komponen untuk iPhone 19 Pro Max yang dijadwalkan rilis pada 2027. Peluncuran Apple Intelligence yang lambat dinilai menyulitkan Apple untuk membenarkan penambahan kapasitas RAM yang lebih besar—yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI di perangkat—pada seluruh lini iPhone.
Apa yang Masih Mungkin Hadir di iPhone Anniversary?
Belum jelas apakah pembatalan ini menghapus seluruh konsep desain ulang ulang tahun ke-20 atau hanya bagian layar kacanya saja. Sebelumnya, para insinyur sudah meragukan kemampuan Apple untuk menghilangkan Dynamic Island tahun depan karena tantangan teknis yang rumit. Namun, elemen desain lain seperti rangka melengkung di keempat sisi (quad-curved chassis) dikabarkan masih berpeluang hadir di model anniversary tersebut.
Kabar ini juga berimbas pada pasar saham. Jefferies menurunkan peringkat saham Apple dari "Hold" menjadi "Underperform"—setara dengan rekomendasi jual—dan memangkas target harga dari USD 285,56 menjadi USD 263,66. Saham Apple langsung terkoreksi 2,1% menyusul pengumuman tersebut.
Bagi pengguna yang menantikan gebrakan desain besar-besaran, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini berasal dari analis dan belum ada konfirmasi resmi dari Apple. Rencana perusahaan bisa saja berubah sewaktu-waktu, dan kita masih harus menunggu perkembangan selanjutnya dari Cupertino.