JAWA BARAT — Proyek ambisius ini melibatkan tujuh perusahaan pelat merah yang tergabung dalam Karya Group. Rapat koordinasi antara Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi BUMN Karya digelar di Jakarta, Senin (25/5/2026), untuk memastikan eksekusi di lapangan berjalan sesuai jadwal.
Bukan Sekadar Bangun Fisik, Ini Target Sosialnya
Dony menegaskan proyek ini bukan hanya soal konstruksi. “Sekolah Rakyat harus menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pembangunan ini adalah instrumen strategis untuk menghadirkan pendidikan inklusif dan layak di daerah-daerah yang selama ini minim akses. Artinya, keberhasilan proyek diukur dari seberapa cepat bangunan berdiri sekaligus seberapa besar dampaknya terhadap kualitas belajar anak-anak Indonesia.
Strategi Percepatan: Pendanaan Ketat hingga Seleksi Vendor
Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, BP BUMN menyiapkan beberapa langkah taktis. Pertama, penguatan dukungan pendanaan secara berkala agar arus kas proyek tidak tersendat hingga tahap finishing.
“Dukungan pendanaan akan terus diperkuat secara berkala guna menjamin kelancaran arus kas proyek hingga selesai,” kata Dony.
Kedua, monitoring progres fisik dilakukan setiap pekan. Setiap kendala teknis yang muncul di satu lokasi langsung dicari solusinya tanpa menunggu rapat bulanan. Ketiga, BUMN Karya diminta lebih selektif dalam memilih vendor dan subkontraktor. Langkah ini untuk menjaga kualitas mutu bangunan agar tidak ada proyek yang ambrol atau mangkrak di tengah jalan.
Sinergi Lintas Lembaga demi Target Juni
BP BUMN juga memperkuat hubungan kelembagaan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini penting untuk memperlancar proses eksekusi akhir, terutama di lokasi-lokasi yang membutuhkan dukungan infrastruktur penunjang seperti akses jalan dan saluran air.
Dengan pengawalan intensif dari Danantara dan BP BUMN, pemerintah berharap proyek Sekolah Rakyat tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menjadi fondasi bagi perbaikan kualitas sumber daya manusia di daerah tertinggal. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana BUMN mampu menjawab tantangan kesenjangan pendidikan nasional.