Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan siap memenuhi kebutuhan komoditas kopi untuk permintaan ekspor ke Jepang yang saat ini masih dalam proses penjajakan kerja sama. Kesiapan ini menindaklanjuti kunjungan Wali Kota Sue Machi, Prefektur Fukuoka, Shuichi Hiramatsu ke Garut pada Agustus 2026 lalu.
GARUT — Peluang ekspor kopi Garut ke Jepang kian terbuka setelah adanya penjajakan kerja sama antara Pemkab Garut dengan Pemerintah Kota Sue Machi, Prefektur Fukuoka. Dispertan Garut memastikan kapasitas produksi daerahnya mampu memenuhi permintaan, meski sejumlah detail teknis masih menunggu kepastian dari pihak Jepang.
Kepala Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian mengatakan, secara produksi, Garut sangat memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Kalau dari kita secara produksi sangat memungkinkan, tinggal kebutuhan kopi yang diinginkan oleh Jepang itu seperti apa," ujarnya di Garut, Selasa.
Data Dispertan Garut mencatat, pada 2025 luas lahan kopi arabika mencapai 6.651,50 hektare. Dari luas tersebut, lahan yang sudah menghasilkan mencapai 4.027 hektare dengan total produksi 3.244,35 ton.
Sementara untuk jenis robusta, luas areal keseluruhan tercatat 715,28 hektare. Luas tanaman yang menghasilkan mencapai 529,68 hektare dengan produksi 469,41 ton atau produktivitas total 886,21 kg per hektare.
Ardhy mengungkapkan, penjajakan kerja sama sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sebelum kunjungan resmi Wali Kota Sue Machi ke Garut. Pihak Jepang disebut telah melakukan kontak langsung dengan sejumlah produsen kopi di Kabupaten Garut.
"Secara umum pihak Jepang sudah melakukan kontak dengan pihak produsen kopi yang ada di sini, karena penjajakannya sudah dilaksanakan jauh hari sebelumnya," katanya.
Hingga saat ini, Dispertan Garut masih menunggu tindak lanjut dari pihak Jepang terkait spesifikasi kopi yang diinginkan. Hal ini dinilai krusial karena akan menentukan nilai jual komoditas tersebut.
"Tinggal kualitas serta jenis pengolahan yang diinginkan seperti apa. Selain itu faktor harga juga sangat menentukan," kata Ardhy menambahkan.
Dispertan Garut berkomitmen menjaga kualitas kopi yang dihasilkan di tanah Garut untuk mendukung kelancaran program kerja sama ini.