CIBUNGBULANG — Api yang membakar area Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga sempat tidak terkendali pada Selasa dini hari. Namun, setelah personel gabungan dikerahkan, kobaran api mulai bisa dilokalisir.
Bupati Bogor Rudy Susmanto tiba di lokasi untuk memantau langsung proses pemadaman. Ia memastikan seluruh kekuatan dikerahkan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, hingga Polri.
Operasi pemadaman dari udara disiapkan untuk mempercepat penanganan. Bantuan datang dari TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sendjaja dan Grup 2 Heli.
"InsyaAllah sekitar pukul 06.00 WIB pagi dibantu oleh TNI Angkatan Udara, Lanud Atang Sendjaja, dan Grup 2 Heli akan melaksanakan penyiraman dengan sistem water bombing menggunakan helikopter. Sumber airnya nanti kita ambil dari danau di Setu Rancak," jelas Rudy dalam keterangan resmi Humas, Selasa pagi.
Kebakaran diketahui terjadi pada Selasa dini hari. Rudy menyebut api sempat membesar sekitar pukul 12 malam dan sulit dijinakkan pasukan di lapangan.
"Setengah empat pagi kita berupaya bersama-sama, bersama tim Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, bahu-membahu memadamkan api. Sekitar pukul 12 malam api sempat tidak terkendali, tetapi berkat kerja sama seluruh tim, alhamdulillah api sudah mulai bisa dikendalikan," ujarnya.
Prioritas utama penanganan kebakaran ini adalah keselamatan warga sekitar TPAS. Rudy menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Yang terpenting adalah satu, tidak ada korban jiwa. Masyarakat semuanya selamat. InsyaAllah mudah-mudahan api dapat segera dipadamkan," tegas Rudy.
Pemkab Bogor bersama unsur gabungan akan terus bersiaga di lokasi sampai api benar-benar padam. Sinergi lintas instansi diperkuat untuk mengantisipasi potensi perluasan area kebakaran dan memastikan kondisi kembali aman.