Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di sejumlah SPBU Pertamina, Shell, dan bp mengalami kenaikan mulai awal September 2026. Kenaikan ini membuat harga Pertamax Turbo di SPBU Pertamina menjadi Rp 19.600 per liter, sementara Dexlite naik ke level Rp 23.700 per liter.
BANDUNG — Pemilik kendaraan pribadi yang biasa mengisi BBM nonsubsidi perlu menyiapkan anggaran lebih di awal September ini. Berdasarkan pantauan harga per 7 September 2026, terjadi penyesuaian harga pada beberapa produk BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina, Shell, dan bp, yang sebelumnya masih bertahan di level Agustus 2026.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada produk Dexlite yang naik Rp 4.000 dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter. Sementara itu, harga Pertamax justru masih bertahan di angka Rp 15.950 per liter, dan Pertalite serta Solar subsidi tetap dipatok masing-masing Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Berikut rincian harga terbaru untuk produk nonsubsidi di SPBU Pertamina yang dikutip dari laman resmi perusahaan:
Kenaikan pada Pertamax Green tercatat paling tinggi secara persentase, yakni melonjak Rp 2.550 dalam sepekan terakhir.
Penyesuaian harga juga berlaku di SPBU asing. Di SPBU Shell, produk V-Power Diesel terpantau naik sejak 1 September 2026 menjadi Rp 25.420 per liter. Angka ini selaras dengan harga BP Ultimate Diesel di SPBU bp yang juga dibanderol Rp 25.420 per liter.
Adapun di SPBU bp, produk BP Ultimate mengalami kenaikan cukup tajam dari Rp 16.760 menjadi Rp 19.330 per liter. Berikut rinciannya:
Kenaikan harga ini otomatis memengaruhi biaya operasional kendaraan bermesin diesel, terutama bagi pelaku usaha logistik dan angkutan barang yang kerap menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex. Untuk pengguna kendaraan pribadi berbahan bakar bensin, segmen Pertamax masih menjadi pilihan paling ekonomis karena harganya tidak berubah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait potensi penyesuaian tarif angkutan umum menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi ini.