PT BYD Motor Indonesia memastikan investasi di Jawa Barat tidak berhenti pada pabrik kendaraan listrik yang baru diresmikan di Subang Smartpolitan Industrial Park. Langkah berikutnya, perusahaan asal China itu menyiapkan pekerjaan perakitan terkait manufaktur baterai untuk mengejar target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60 persen pada Januari 2027.
SUBANG — PT BYD Motor Indonesia secara resmi mengoperasikan pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat. Peresmian dilakukan pada Kamis, menandai komitmen investasi jangka panjang perusahaan di sektor kendaraan listrik tanah air.
Setelah fasilitas manufaktur kendaraan berdiri, BYD memastikan akan segera melengkapi ekosistem industri dengan membangun kegiatan manufaktur terkait baterai.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan bahwa investasi perseroan tidak berhenti pada pabrik perakitan mobil. Ia menyebut kegiatan perakitan yang berkaitan dengan manufaktur baterai tengah direncanakan sebagai bagian dari proses produksi yang menyeluruh.
“Tanpa proses yang menyeluruh dari produksi, kita tidak bisa bilang bahwa suatu produk sepenuhnya buatan Indonesia. Kami juga merencanakan untuk melakukan beberapa pekerjaan perakitan (assembly) yang berkaitan dengan manufaktur baterai," kata Eagle di sela peresmian pabrik.
Langkah ini menjadi kunci bagi BYD untuk memperbesar kandungan lokal pada setiap unit kendaraan yang diproduksi di Subang. Eagle optimistis persiapan yang dilakukan saat ini mampu memenuhi regulasi TKDN yang ditetapkan pemerintah.
“Tahun 2027, kita pasti akan menjadi yang pertama berdiri mendukung TKDN yang akan menjadi 60 persen. Dengan persiapan saat ini, kita sangat optimistis untuk pemenuhan TKDN kita bisa dihasilkan mulai Januari 2027, (sudah) mencapai 60 persen," tegasnya.
Kehadiran pabrik BYD di Subang tidak hanya menambah kapasitas industri otomotif nasional. Perusahaan juga menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia lokal dalam mengoperasikan fasilitas produksi yang tergolong baru di Indonesia ini.
Dengan adanya rencana perakitan baterai, kebutuhan tenaga kerja terampil di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park dipastikan akan meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan lapangan kerja di Jawa Barat.
Pengoperasian pabrik ini menjadi penanda bahwa Subang perlahan bertransformasi menjadi salah satu simpul industri manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Rantai pasok komponen domestik pun diharapkan ikut tumbuh seiring komitmen peningkatan TKDN tersebut.