JAWA BARAT — Dukungan itu disampaikan Eto'o dalam wawancara dengan L'Equipe. Mantan striker Barcelona itu merespons kritik badan pengatur sepak bola Eropa yang ingin mencopot Infantino dari kursi presiden FIFA. Baginya, perlawanan UEFA hanya mencerminkan bias kepentingan komersial belaka.
Eto'o menyoroti pendanaan FIFA terhadap federasi-federasi di Afrika. Proyek FIFA Forward disebutnya berdampak langsung pada pembangunan kantor pusat federasi dan pembinaan talenta muda di benua tersebut.
"Sepak bola sudah menjadi produk komersial! Siapa yang mendanai sepak bola? Perusahaan-perusahaan yang membeli ruang iklan. Siapa yang memiliki perusahaan-perusahaan itu? Eropa juga menjaga kepentingannya sendiri, di bawah tekanan dari klub-klub," kata Eto'o kepada L'Equipe.
"Mengapa kami harus dinilai karena menjaga kepentingan kami? Hari ini, Presiden Infantino memberi orang-orang Afrika kesempatan untuk bermimpi mengembangkan olahraga ini. Ia telah membantu meningkatkan sepak bola Afrika, kalau tidak, kita tidak akan melihat begitu banyak kantor pusat federasi dibangun," ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Eto'o juga membantah tudingan tata kelola yang kerap dialamatkan ke Infantino. Ia mengingatkan bahwa 211 federasi anggota memiliki hak suara dalam Sidang Umum, termasuk untuk mengesahkan inisiatif seperti FIFA Forward.
"UEFA adalah konfederasi yang penting bagi FIFA dan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi sepak bola, tetapi UEFA tidak seharusnya dipandang sebagai satu-satunya atau konfederasi yang paling penting. Ini adalah perdebatan yang timpang," tegas Eto'o.
Eto'o menyebut banyak presiden federasi Afrika justru menghadapi tantangan pendanaan yang berat. Menurutnya, 95% hingga 100% anggaran beberapa federasi bergantung pada sokongan pemerintah yang tengah bergulat dengan persoalan domestik besar.
Soal kritik serta potensi kekalahan di pemilihan Maret mendatang, Eto'o tak menampik adanya risiko. Meski begitu, ia menilai kontribusi Infantino terhadap pemasukan FIFA dari turnamen global tidak bisa diabaikan.
"Dalam sebuah pemilihan selalu ada risiko [kalah], tetapi itu tidak menghentikan saya untuk mendukungnya," kata Eto'o. "Orang-orang mengaitkan segala macam hal dengannya. Mengelola sesuatu yang membangkitkan gairah global sebesar itu memang sulit."
Eto'o lantas mencontohkan keuntungan finansial dari Piala Dunia di Qatar dan Amerika Serikat sebagai bukti nyata yang dirasakan federasi anggota. "Jika kami tidak punya uang, kami tidak bisa mengembangkan olahraga ini. Orang-orang perlu menyadari itu," pungkas Eto'o, yang hadir sebagai salah satu tokoh kunci dalam lanskap sepak bola Afrika. Dukungan ini mempertegas garis dukungan kelompok konfederasi non-Eropa terhadap Infantino jelang kongres pemilihan nanti.