2 Wakil Jawa Barat di Timnas Voli Putri Asian Games 2026, Megawati Absen dari Skuad Marcos Sugiyama

Penulis: Taufik Rahman  •  Kamis, 03 September 2026 | 13:31:32 WIB
Dua pevoli putri asal Jawa Barat, Putri Nur Agustina dan Tina Syifa Sabila Salim, masuk dalam skuad timnas voli putri Indonesia untuk Asian Games 2026.

JAKARTA — Keputusan itu menjadi sorotan utama karena nama Megawati Hangestri Pertiwi, yang kini memperkuat Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan, tidak masuk dalam daftar. Langkah ini disebut bagian dari proses pembentukan timnas menghadapi Asian Games 2026, dengan tetap mengandalkan sejumlah pemain yang sudah punya pengalaman di kejuaraan internasional.

Jawa Barat Kirim Dua Wakil di Lini Penyerang

Dari 12 nama yang diumumkan, dua pemain asal Jawa Barat dipercaya mengisi posisi outside hitter. Putri Nur Agustina dan Tina Syifa Sabila Salim menjadi andalan di sektor serangan. Kontribusi ini menempatkan Jawa Barat sebagai daerah penyumbang pemain terbanyak kedua setelah Jawa Timur yang mengirim tujuh atlet.

Selain Jawa Barat dan Jawa Timur, skuad ini juga diperkuat satu pemain masing-masing dari Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Komposisi tersebut menunjukkan pemerataan talenta yang mulai merata di kompetisi voli nasional.

Komposisi Skuad Merata di Semua Lini

Marcos Sugiyama menyusun tim dengan keseimbangan di setiap posisi. Dua setter dipercayakan kepada Arneta Putri Amelia dan Ajeng Nur Cahaya. Sementara posisi opposite diisi Khanza Putri Yanzi serta Azzahra Dwi Febyane yang akrab disapa Gendis.

Di lini tengah, trio middle blocker menjadi benteng pertahanan: Maradanti Namira, Chelsa Berlian Nurtomo, dan Geovanny Cahyarningtyas. Lapisan berikutnya ditempati empat outside hitter, yakni Medioll Steofanny Yoku, Ersandrina Devega, Putri Nur Agustina, serta Tina Syifa Sabila Salim. Indah Cahyani Guretno melengkapi skuad sebagai libero.

Mengapa Megawati Tidak Dipanggil?

Pengumuman ini sekaligus menjawab spekulasi mengenai peluang Megawati kembali memperkuat timnas. Keputusan pelatih tidak menyertakan pemain binaan Jawa Timur itu direspons sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjelang Asian Games 2026. Beberapa pemain muda yang dipanggil sebelumnya telah mencatatkan pengalaman di kompetisi internasional level senior maupun junior.

Marcos Sugiyama tidak hanya dibantu asisten pelatih Pedro B Lilipaly. Tim pendukung juga menyertakan Bobby Ade Setiawan sebagai analis statistik dan Lourina Henriette sebagai pelatih fisik. Perpaduan staf ini diharapkan mempercepat adaptasi para pemain baru menjelang ajang multievent tersebut.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top