JAWA BARAT — Insentif motor listrik sebesar Rp7 juta per unit terus mempermudah masyarakat memiliki kendaraan tanpa emisi hingga 2026. Dengan potongan harga itu, banyak model yang bisa ditebus di bawah Rp10 juta. Berbagai merek lokal dan asing turut menawarkan pilihan hemat untuk mobilitas sehari-hari.
Verifikasi kelayakan menjadi langkah pertama yang harus dilalui. Calon pembeli dapat mengecek NIK melalui laman resmi Kementerian Perindustrian atau langsung di dealer yang ditunjuk. Setelah memenuhi kriteria, subsidi Rp7 juta langsung dikurangkan dari harga motor, dan pembeli hanya membayar selisihnya.
Dealer resmi membantu seluruh proses administrasi, mulai dari verifikasi data hingga pemotongan harga. Konsumen tidak perlu mendatangi kantor pemerintah karena semua diurus melalui toko yang bekerja sama dengan program ini. Setiap NIK hanya berhak untuk satu unit kendaraan.
Penerima subsidi wajib berstatus Warga Negara Indonesia. KTP elektronik yang digunakan harus sah dan masih aktif. Selain itu, pemohon harus terdaftar dalam program bantuan pemerintah, seperti kredit usaha UMKM atau bantuan sosial lainnya. Aturan ini memastikan insentif tepat sasaran serta mendukung penggunaan energi bersih.
1. Greentech Unity adalah pilihan termurah dengan harga sekitar Rp5,3 juta setelah subsidi. Menggunakan baterai SLA 60V 32Ah, motor ini mampu menempuh jarak 90–100 km sekali pengisian dan melaju hingga 60 km/jam, cocok untuk aktivitas harian di perkotaan.
2. Exotic Sterrato dibanderol sekitar Rp5,5 juta setelah insentif. Dengan baterai SLA 60V 20,2Ah, jarak tempuhnya mencapai kurang lebih 55 km. Dimensi kompak dan bobot ringan membuatnya mudah dikendalikan di jalanan padat.
3. Exotic Vito dijual sekitar Rp5,7 juta setelah subsidi, lebih tinggi daripada Sterrato. Namun, baterai 72V 20,5Ah memberikan jarak tempuh hingga 80 km, ideal bagi pengguna yang butuh daya jelajah lebih besar.
4. Uwinfly GN Smart menjadi