ISBI Pangandaran Jadi Benteng Budaya Pesisir Jawa Barat, Kampus Seni Dinilai Kunci Identitas Wisata

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:20:01 WIB
Kampus ISBI Pangandaran diharapkan menjadi ruang akademis untuk merawat kearifan lokal adat Sunda pesisiran.

PANGANDARAN — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kabupaten Pangandaran dinilai punya peran strategis yang jauh melampaui fungsi fisik bangunan kampus. Kehadirannya disebut sebagai jembatan yang mempertemukan nilai-nilai keagamaan, kelestarian adat Nusantara, dan kemajuan sektor pariwisata Jawa Barat.

Dasep S Ubaidillah menyebut peran ISBI bersifat mendalam secara epistemologis dan kultural bagi wilayah pesisir. Menurutnya, sejarah mencatat perkembangan Islam di Nusantara justru tumbuh pesat karena mampu merangkul dan memberi ruh pada tradisi lokal yang sudah mengakar.

Benteng Akademis untuk Adat Sunda Pesisiran

Kampus ISBI di Pangandaran diharapkan menjadi ruang akademis yang serius merawat kearifan lokal adat Sunda pesisiran. Dasep menekankan bahwa tradisi ini harus terus berjalan selaras dengan nilai-nilai moral keagamaan, bukan justru tergerus oleh arus modernisasi.

“ISBI hadir sebagai benteng akademis yang mengkaji, mendokumentasikan, dan merevitalisasi seni tradisi. Langkah ini memastikan pariwisata Pangandaran memiliki ruh dan identitas yang kuat, bukan sekadar komersialisasi alam,” jelasnya kepada Harapan Rakyat, Jumat (28/8/2026).

Menjawab Tantangan Arus Budaya Asing

Sebagai etalase pariwisata internasional di Jawa Barat, Pangandaran memang menghadapi gempuran interaksi budaya asing yang masif. Tanpa penguatan basis kebudayaan, identitas lokal dikhawatirkan rentan terkikis zaman.

Dasep menyoroti pentingnya pengembangan cultural and heritage tourism. Destinasi wisata kelas dunia tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam seperti pantai, tetapi juga membutuhkan kedalaman budaya sebagai daya tarik utama.

Kolaborasi Tiga Pilar untuk Ekonomi Warga

Ia meyakini kolaborasi antara akademisi, masyarakat adat, dan pemerintah melalui ISBI mampu melahirkan atraksi seni budaya berkelas. Atraksi ini diharapkan tidak hanya memuliakan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga lokal.

“Pembangunan peradaban yang harmonis membutuhkan keterpaduan antara kedalaman agama, keluhuran adat, dan keluasan ilmu pengetahuan. Kehadiran kampus ISBI di Pangandaran merupakan bentuk investasi masa depan, agar masyarakat Jawa Barat tetap berbudaya, religius, dan sejahtera,” pungkasnya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top