PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lonjakan penumpang kereta api jarak jauh hingga 76.286 orang selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Jumlah tersebut melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan, dengan tingkat okupansi menembus 125,64 persen pada periode Jumat (21/8) hingga Selasa (25/8).
BANDUNG — Tingkat okupansi kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 2 Bandung menembus 125,64 persen selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Lonjakan ini dipicu tingginya pergerakan penumpang parsial yang naik-turun di stasiun-stasiun antara, bukan hanya penumpang yang membeli tiket dari stasiun awal.
Sepanjang lima hari periode libur, KAI Daop 2 Bandung hanya menyediakan 60.717 tempat duduk dari 24 perjalanan kereta reguler. Namun, realisasi penumpang yang berangkat mencapai 76.286 orang, menunjukkan tingginya animo masyarakat memanfaatkan momen libur panjang.
Puncak gelombang keberangkatan terjadi pada Sabtu (22/8) dengan 17.006 penumpang. Pada hari tersebut, tingkat okupansi meroket hingga 140,49 persen dari kapasitas 12.105 tempat duduk yang tersedia.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyebut antusiasme ini menjadi bahan evaluasi berkala bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Antusiasme masyarakat yang tinggi ini tentunya menjadi evaluasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, tepat waktu, dan nyaman sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi seluruh pelanggan," tuturnya.
Berdasarkan data operasional Daop 2 Bandung, terdapat lima perjalanan kereta jarak jauh dengan tingkat okupansi tertinggi. Berikut rinciannya:
Adapun stasiun tujuan keberangkatan favorit pelanggan dari wilayah Daop 2 Bandung mencakup Stasiun Gambir, Yogyakarta, Pasarsenen, Kutoarjo, hingga Bekasi. Tingginya okupansi di rute-rute tersebut menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur panjang.