Diskanak Kuningan Siapkan 150 Desa untuk Program Budidaya Ikan Tematik KKP pada 2026

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:34:32 WIB
desa di Kabupaten Kuningan disiapkan untuk program budidaya ikan tematik KKP pada 2026.

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mematangkan kesiapan 150 desa untuk menjalankan program budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Program ini dirancang untuk menjadikan desa sebagai lumbung protein mandiri sekaligus menyuplai kebutuhan ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KUNINGAN — Sebanyak 150 desa di Kabupaten Kuningan disiapkan untuk mengikuti program budidaya ikan tematik yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2026. Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) setempat tengah memantapkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kepala UPTD Kannak, dan penyuluh perikanan untuk menyukseskan program tersebut.

Kepala Diskanak Kuningan A. Taufik Rohman menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, penyuluh, hingga masyarakat penerima manfaat.

“Kesiapan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, penyuluh perikanan hingga masyarakat penerima manfaat,” kata Taufik di Kuningan, Rabu.

Mekanisme Pendampingan dan Peran Penyuluh di Lapangan

Koordinasi yang dilakukan Diskanak bertujuan menyamakan pemahaman soal kebijakan, mekanisme pelaksanaan, serta pola pendampingan di lapangan. Pemerintah kecamatan diminta mendukung jalannya program di wilayah masing-masing, sementara penyuluh perikanan bertugas mendampingi masyarakat secara langsung.

“Koordinasi yang intensif diperlukan agar setiap tahapan program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Teknologi Bioflok dan Mini RAS untuk Lele dan Nila

Program ini tidak sekadar mengejar produksi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga. Diskanak menargetkan pengembangan perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola konsisten dengan pendampingan yang memadai.

Teknologi yang akan diterapkan adalah sistem bioflok dan Mini RAS (Recirculating Aquaculture System). Keduanya ramah lingkungan dan hemat lahan, serta cocok untuk budidaya ikan lele dan nila yang selama ini sudah menjadi komoditas andalan warga Kuningan.

Dukungan Terhadap Ketahanan Pangan dan Program MBG

Menurut Taufik, program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi perikanan budidaya. Desa yang terpilih diharapkan mampu menjadi pemasok ikan untuk kebutuhan protein masyarakat, termasuk suplai bagi program Makan Bergizi Gratis.

Diskanak akan melakukan pendampingan, koordinasi, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan pelaksanaan program di 150 titik lokasi berjalan sesuai rencana.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor perikanan budidaya di Kuningan,” katanya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top