JAWA BARAT — Kabar ini menegaskan posisi Hamaguchi sebagai salah satu sutradara paling diperhitungkan dari Jepang setelah kesuksesan Drive My Car yang memenangkan Oscar pada 2022. Kini, All of a Sudden dianggap punya peluang besar untuk mengulang prestasi serupa.
Film ini berkisah tentang Marie-Lou (Efira), direktur panti jompo yang bertekad menerapkan filosofi perawatan inovatif. Pendekatannya menekankan pada pentingnya mendengarkan dan menghormati martabat para lansia, meski mendapat penolakan dari stafnya.
Jalan hidup Marie-Lou berubah drastis setelah bertemu Mari (Okamoto), sutradara teater asal Jepang yang tengah berjuang melawan kanker. Dari pertemuan itu, tumbuh persahabatan mendalam yang membuat mereka berdua berjuang bersama untuk mewujudkan hal yang tampaknya mustahil.
Penampilan Efira dan Okamoto mendapat pujian luas dari kritikus internasional. Keduanya bahkan berbagi penghargaan Aktris Terbaik di Cannes tahun ini, sebuah pencapaian langka yang langsung menempatkan film ini di peta perburuan penghargaan.
Naskah film ini ditulis Hamaguchi bersama Léa Le Dimna, yang diadaptasi longgar dari buku kumpulan tulisan Makiko Miyano dan Maho Isono berjudul When Life Suddenly Takes a Turn: Twenty Letters Between a Philosopher with Terminal Cancer and a Medical Anthropologist.
All of a Sudden merupakan hasil produksi bersama sejumlah rumah produksi dari empat negara. Cinefrance Studios memimpin produksi dari Prancis, didukung Office Shirous dan Bitters End dari Jepang, Heimatfilm dari Jerman, serta Tarantula dari Belgia.
Film yang menggunakan bahasa Jepang dan Prancis ini akan mulai tayang di bioskop Amerika Serikat pada 25 November mendatang melalui distributor Neon. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan di Indonesia.
Dengan sinema Jepang yang tengah berada di puncak perhatian global, langkah memilih Hamaguchi kembali menunjukkan konsistensi industri film Negeri Sakura dalam menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi yang relevan secara internasional.