BANDUNG — Empat kompetisi dalam satu musim menjadi ujian terbesar bagi ketahanan fisik skuad Persib Bandung pada 2026-2027. Tanpa manajemen beban kerja yang cermat, ambisi besar di level Asia bisa kandas sebelum memasuki babak penentu.
Pengamat sepak bola yang juga Sekjen BOBOKO Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto, menilai kunci keberhasilan musim ini ada di tangan pelatih Igor Tolic dalam memilih momen rotasi. Ia mengingatkan risiko cedera fatal mengintai pemain inti jika terus dipaksa tampil tanpa waktu pemulihan yang cukup.
“Kasihan atuh pemain inti kalau dipecut kek kuda tiap pertandingan harus main terus. Bisa cedera fatal kalau tanpa ada recovery stamina,” ujar Erix kepada harapanrakyat.com, Selasa (25/8/2026).
Erix menilai ajang I-League Cup adalah panggung ideal untuk memberikan jam terbang bagi pemain muda. Beberapa nama seperti Ikhwan Tanamal dan Nazriel Alfaro, yang tampil menonjol di Piala Presiden 2026, dinilai siap mengisi starting lineup.
Sementara itu, untuk ASEAN Shopee Cup, Igor Tolic diprediksi akan meracik komposisi tim lapis kedua. Paduan pemain senior, amunisi muda, dan pilar diaspora diharapkan mampu menjaga keseimbangan taktik tanpa mengorbankan hasil akhir.
Meski empat ajang diikuti, Erix menegaskan bahwa skala prioritas utama tetap tertuju pada ACL Two dan Super League. Alasannya, pencapaian hattrick juara Liga 1 dianggap sudah memuaskan sebagian besar Bobotoh, sehingga tantangan berikutnya adalah membuktikan diri di level elite Asia.
“Tiga gelar berturut-turut tuh kan kayaknya sudah terpuaskan. Hattrick juara Liga 1 tentu Bobotoh udah puas dan pingin prestasi lebih tinggi di level Asia,” ungkapnya.
Agresivitas manajemen di bursa transfer musim ini memperkuat sinyal tersebut. Belanja pemain besar-besaran dianggap sebagai indikasi nyata adanya target high-level yang tengah dibidik manajemen.
Soal target yang realistis, Erix mengakui mustahil menyapu bersih seluruh trofi. Ia lebih menyoroti pentingnya konsistensi dan pencegahan cedera sepanjang musim.
“Realistis, raih Juara Shopee Cup ma Juara Liga 1 lagi atau tambah I League Cup juga, udah syukur Alhamdulillah. Kalau juara AFC Champions League Two, berat euy!” tuturnya.
Ia menambahkan, kedisiplinan taktis dan stabilitas finansial internal menjadi fondasi agar performa tim tidak menurun di tengah jalan. “Harapan terbesar adalah pemain, pelatih dan official team hingga financial Persib bisa fokus semua di empat kompetisi. Jangan sampai ada pemain cedera atau kena sanksi,” tegasnya.
Peluang Persib untuk melangkah jauh di kancah Asia musim ini dinilai cukup terbuka. Namun, hal itu sangat bergantung pada bagaimana tim pesaing menempatkan skala prioritas mereka.
Erix mencatat, musim lalu sejumlah kekuatan regional seperti Buriram United, JDT II, hingga Ratchaburi FC cenderung menurunkan tim lapis kedua di kompetisi tertentu. “Kalau fokusnya menjadi ke situ sebagai kompetisi yang harus dijuarain, ya Persib akan serius, potensinya ada untuk menjadi juara,” pungkasnya.