Musda VI Demokrat Jabar Digelar Lebih Cepat, Anton Sukartono Kembali Pimpin dengan Dukungan 27 DPC

Penulis: Prayoga Santana  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:34:32 WIB
Anton Sukartono Suratto ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026-2031 secara aklamasi dalam Musda VI di Bandung, Senin (24/8/2026) malam.

BANDUNG — Partai Demokrat Jawa Barat resmi menuntaskan konsolidasi organisasi lebih cepat dari perkiraan. Anton Sukartono Suratto ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026-2031 melalui Musda ke-VI yang digelar di Kota Bandung, Senin (24/8/2026) malam. Penetapan dilakukan secara aklamasi setelah panitia hanya menerima satu berkas pendaftaran calon ketua yang memenuhi syarat verifikasi hingga batas akhir penutupan.

Kegiatan yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu menjadi momentum bagi partai berlambang bintang mercy untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan langkah strategis. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyebut konsolidasi kali ini digelar melalui mekanisme Musdalub karena usia kepengurusan baru 4 tahun 4 bulan.

Alasan Musda Dipercepat dari Jadwal Normal

Herman menjelaskan, percepatan jadwal Musda merupakan kewenangan penuh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Keputusan ini diambil demi mempercepat penataan mesin partai di Jawa Barat.

"Pelaksanaan Musda berdasarkan AD/ART, kewenangannya berada di Ketua Umum," kata Herman dalam sambutannya. Ia menambahkan, forum tertinggi partai ini bukan sekadar ajang administratif rutin, melainkan wadah pengambilan keputusan strategis untuk mengulang kejayaan partai di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tersebut.

Dukungan Bulat dari 27 DPC dan Satu Sayap Partai

Proses pendaftaran calon ketua berlangsung singkat. Hingga batas akhir yang ditentukan, panitia hanya menerima satu berkas yang memenuhi syarat, yakni milik Anton Sukartono Suratto. Ia maju kembali dengan membawa dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

"Sampai batas pendaftaran hanya ada satu calon yang dapat dukungan 27 DPC serta satu organisasi sayap. Karena hanya calon tunggal, pelaksanaan musda berjalan lebih cepat dan Anton ditetapkan secara aklamasi untuk selanjutnya diusulkan ke Ketua Umum," ujar Herman.

Kader Diminta Meniru Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Dalam arahannya, Herman mengingatkan seluruh kader Demokrat Jawa Barat untuk memenangkan hati masyarakat. Ia mencontohkan pendekatan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai dekat dengan rakyat.

"Masyarakat Jawa Barat itu memilih dengan hati. Jadi kami ingatkan kader di Jawa Barat harus dekat dengan rakyat. Seperti KDM, dekat dengan rakyat, maka tiru beliau agar Demokrat ke depan bisa dicintai," pesannya.

Gubernur Jabar: Kemitraan dengan Demokrat Harus Terus Dijaga

Kehadiran Dedi Mulyadi dalam Musda VI mendapat sambutan positif. Orang nomor satu di Jawa Barat itu berharap hubungan kemitraan antara Pemprov dan Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jabar dapat terus dipertahankan. Hal ini dinilai penting untuk mengawal berbagai agenda pembangunan daerah.

"Harapan bisa bersama menuntaskan konsepsi dan teknokrasi pembangunan di Jawa Barat. Selama ini komunikasi dengan pimpinan partai, DPD, fraksi, dan kami juga melihat dinamika di DPRD juga baik," kata Dedi.

Dengan selesainya Musda ini, Partai Demokrat Jawa Barat memiliki kepemimpinan definitif lebih awal. Langkah ini diharapkan memberi ruang persiapan yang lebih panjang bagi kader untuk bekerja mendekati konstituen di 27 kabupaten/kota. Anton Sukartono selanjutnya tinggal menunggu surat keputusan pengesahan dari DPP Partai Demokrat untuk memulai masa bakti barunya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top