Kelurahan Gempol Sari Bandung Olah 200 Kilogram Sampah Organik per Hari Lewat Program Gempolin

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:34:01 WIB
Petugas mengolah sampah organik warga menjadi pakan maggot di Kelurahan Gempol Sari, Bandung, Kamis (20/8/2026).

BANDUNG — Inovasi pengelolaan sampah di tingkat kelurahan kembali menunjukkan hasil. Kelurahan Gempol Sari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, mencatatkan pengurangan sampah organik hingga 200 kilogram per hari melalui program bernama Gempolin. Angka tersebut merupakan sisa sampah organik rumah tangga yang sebelumnya tidak tertangani oleh program pengelolaan sampah lain.

Berbeda dengan sekadar mengangkut sampah ke TPA, Gempolin bekerja dari hulu. Pendataan warga menjadi langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan edukasi pemilahan, hingga pengolahan sampah organik di tingkat kawasan.

Mengisi Celah yang Belum Terjangkau Program Gaslah

Lurah Gempol Sari Ruslan Adidjaja menjelaskan, Gempolin diadopsi dari aksi perubahan Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan. Program ini secara khusus menyasar sampah organik yang belum terakomodasi oleh program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, yaitu Gaslah.

“Gempolin itu salah satu program untuk penanganan sampah, khususnya organik di kelurahan. Warga didata dulu, yang sudah memilah maupun yang belum, kemudian kita edukasi,” kata Ruslan di Kelurahan Gempol Sari, Kamis (20/8/2026).

Gaslah merupakan program DLH yang menempatkan petugas di setiap RW. Sementara itu, Gempolin hadir sebagai lapis kedua untuk memastikan sampah organik yang tersisa tetap diolah, bukan dibuang ke TPA.

Alur Pengolahan: Dari Dapur Warga Menjadi Pakan Maggot

Mekanisme pengolahan berjalan setelah warga memilah sampah organik dari rumah masing-masing. Petugas Gober kemudian mengambil sampah yang telah terkumpul untuk diolah lebih lanjut.

Sampah organik tersebut tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot. Budidaya maggot ini pada akhirnya menghasilkan kompos yang bisa digunakan kembali untuk kebutuhan lingkungan sekitar.

“Kalau untuk organik, selain Gaslah dikasih Gempolin. Alhamdulillah sudah terselesaikan,” ujar Ruslan.

Target Jangka Panjang: Mengurangi Ketergantungan pada TPA

Keberadaan Gempolin menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti. Dengan pengolahan di sumber, diharapkan siklus sampah organik bisa berputar di lingkungan kelurahan dan memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Program yang telah berjalan sekitar enam bulan ini juga menjadi contoh kolaborasi antara perangkat kelurahan, petugas kebersihan, dan partisipasi aktif warga. Ke depannya, pendataan dan edukasi akan terus diperkuat untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga yang belum melakukan pemilahan sampah.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: visi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top