Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar menyalurkan 24 ekor bibit sapi unggulan jenis sapi pasundan dan peranakan ongole (PO) kepada tiga kelompok peternak di Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis. Penyaluran ini bertujuan memperkuat populasi ternak sekaligus menjaga sumber daya genetik sapi lokal kebanggaan Jawa Barat.
BANDUNG — Sebanyak 24 ekor bibit sapi unggulan jenis lokal sapi pasundan dan peranakan ongole (PO) mulai disalurkan Pemprov Jabar kepada tiga kelompok peternak di Pangandaran, Sumedang, dan Ciamis. Program ini menjadi wujud implementasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengembangan Benih dan/atau Bibit Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Masyarakat.
Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin mengatakan, masing-masing kelompok penerima memperoleh delapan ekor bibit sapi dengan komposisi tujuh betina dan satu jantan. Rumpun bibit yang diberikan pun disesuaikan dengan potensi wilayah setempat.
"Rumpun bibit disesuaikan dengan potensi wilayah, yakni sapi PO untuk Pangandaran dan Sumedang, serta sapi pasundan yang merupakan sapi lokal kebanggaan Jawa Barat, khusus untuk peternak di Ciamis," kata Linda di Bandung, Sabtu.
Proses penyerahan bibit sapi ini dilakukan secara bertahap. Kelompok Ternak Tirta Mulya di Kecamatan Padaherang, Pangandaran menerima bantuan pada Rabu (12/8). Dua hari berikutnya, giliran Kelompok Mekar Mandiri di Desa Lebaksiuh, Sumedang, dan terakhir Kelompok Karya Mekar I di UPTD BPPIBTSP Ciamis pada Jumat (14/8).
Linda menegaskan, pembibitan yang tangguh akan berdampak langsung pada terciptanya usaha budidaya yang berdaya saing di masyarakat. Pada akhirnya, program ini diharapkan bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani peternak.
Penetapan tiga kelompok penerima manfaat tidak dilakukan sembarangan. DKPP Jabar melakukan seleksi administratif dan verifikasi lapangan yang ketat terhadap calon penerima.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Verifikasi Kelompok Peternak tertanggal 27 Juli 2026, Kelompok Tirta Mulya dan Karya Mekar I memperoleh nilai kelayakan 72,5. Sementara itu, Kelompok Mekar Mandiri meraih skor 62,0.
Verifikasi tersebut memastikan setiap kelompok telah memiliki sarana peternakan yang memadai. Fasilitas kandang dan potensi sumber daya pakan menjadi syarat utama untuk menjamin keberlangsungan hidup dan perkembangbiakan bibit sapi yang diberikan.
Penyerahan bantuan ini dikawal langsung oleh Linda Al Amin bersama Kepala UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong Ciamis Vidi Wulandari. Kegiatan tersebut juga dihadiri pimpinan daerah masing-masing kabupaten.