BANDUNG — Kepastian perpindahan venue ini disampaikan setelah Persib dan Manila Digger menerima pemberitahuan resmi dari AFC. Alasan detail pemindahan belum diumumkan secara gamblang, namun informasi yang beredar menyebut kondisi rumput Stadion GBLA masih dalam tahap perawatan dan belum siap untuk menggelar pertandingan bertaraf internasional.
Stadion Si Jalak Harupat yang berada di Soreang dipilih sebagai lokasi pengganti. Keputusan ini tentu mengubah rencana awal Persib yang sebelumnya memproyeksikan GBLA sebagai markas untuk laga penentuan menuju fase grup kompetisi Asia.
Meski venue berubah, target Persib tidak bergeser. Maung Bandung wajib melewati hadangan wakil Filipina tersebut untuk mengamankan satu tiket ke fase grup ACL 2.
Jika berhasil mengalahkan Manila Digger, perjalanan Persib di kompetisi Asia dipastikan berat. Pasukan Bojan Hodak akan tergabung di Grup E yang dihuni tiga tim kuat sekaligus.
Grup ini menuntut konsistensi tinggi dari skuad Persib jika ingin melangkah lebih jauh di turnamen kasta kedua Asia tersebut.
Persib juga masih menghadapi pekerjaan rumah lain di luar lapangan. AFC belum mencabut sanksi larangan penonton yang dijatuhkan setelah laga kontra Ratchaburi FC pada musim sebelumnya.
Akibatnya, Bobotoh tidak diizinkan memberikan dukungan langsung dari tribun Stadion Si Jalak Harupat. Laga play-off nanti dipastikan berlangsung tanpa kehadiran suporter tuan rumah, sebuah pukulan tersendiri bagi mental para pemain yang biasa tampil dengan dukungan puluhan ribu Bobotoh.
Keputusan AFC ini sekaligus menjadi ujian mental bagi Persib. Bermain di kandang sendiri tanpa dukungan suporter dan di venue yang bukan markas utama menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi tim pelatih sejak dini.