SUMEDANG — Sebanyak 29 cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam ajang PORSENI Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Tasikmalaya. Kontingen Kabupaten Sumedang yang terdiri dari pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) ini resmi dilepas dari Gedung Negara pada Jumat (21/8/2026).
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, yang menyampaikan arahan agar para atlet menjaga kondisi fisik dan fokus selama bertanding. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumedang itu juga mengingatkan pentingnya sportivitas di tengah persaingan ketat antar 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Bupati Dony Ahmad Munir optimistis kontingen Sumedang mampu bersaing di level tertinggi. Ia menyebut target lima besar bukan sekadar formalitas, melainkan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan para guru madrasah di daerahnya.
"Selamat kepada anak-anakku sekalian. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan lahir batin, kelancaran, dan kesuksesan. Kita doakan semuanya bisa meraih medali, masuk posisi lima besar, atau bahkan keluar sebagai juara umum," ujar Dony dalam sambutannya.
Ketua Kontingen Sumedang, H. Hidayatullah, merinci jumlah cabang yang diikuti berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat MI, kontingen mengirimkan atlet pada 10 cabang, sementara MTs berlaga di sembilan cabang, dan MA turun pada 10 cabang pertandingan.
Seluruh pertandingan akan dipusatkan di kawasan GOR Dadaha, Kota Tasikmalaya, dan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 22 hingga 24 Agustus 2026. Para atlet dijadwalkan bertolak ke lokasi pertandingan setelah upacara pelepasan resmi.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumedang, Dr. H. Dadan Rahadian, menyoroti konsistensi dukungan Bupati terhadap dunia pendidikan Islam. Menurutnya, perhatian tersebut sudah terlihat sejak sebelum Dony Ahmad Munir resmi menjabat sebagai kepala daerah.
"Atensi dan kontribusi Bapak Bupati sejak sebelum menjabat hingga sekarang sangat tinggi. Sumedang bahkan menjadi satu-satunya daerah yang memiliki gedung PGM berdiri atas dukungan pemda, disamping fasilitas untuk FKDT dan IGRA," tutur Dadan.
Dadan menambahkan, gelaran PORSENI Jabar tahun ini menjadi ajang yang paling dinantikan kalangan madrasah setelah sempat vakum akibat pandemi COVID-19. Ia berharap keikutsertaan Sumedang kali ini bisa mengulang atau bahkan melampaui prestasi pada edisi-edisi sebelumnya.
Ratusan peserta yang tergabung dalam rombongan kontingen tidak hanya membawa ambisi pribadi. Mereka mengusung misi membawa harum nama Kabupaten Sumedang di kancah provinsi, sekaligus membuktikan kualitas pendidikan madrasah di daerah tersebut.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sumedang agar para atlet kita diberikan kelancaran dan pulang membawa piala kemenangan," pungkas Hidayatullah.