JAWA BARAT — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan seluruh unit perusahaan telah memasuki status siaga penuh sejak pekan ini. Menurutnya, fokus utama pengamanan berada di kawasan Istana Kepresidenan yang menjadi pusat rangkaian upacara kemerdekaan.
"Khusus untuk perayaan HUT RI ke-81 di Istana Negara, kami siapkan pengamanan berlapis sampai lima tingkat. Ini dari pembangkit, dari gardu induk, dari transmisi," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Skema Pengamanan Berlapis di Istana Negara
Sistem pengamanan lima lapis itu dirancang untuk memastikan pasokan listrik di Istana tidak mengalami kedipan sama sekali. Lapisan pertama dimulai dari pembangkit dan jaringan transmisi, kemudian diperkuat dengan sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau aliran listrik secara real-time.
Jika terjadi gangguan pada jaringan utama, PLN menyiapkan uninterruptible power supply (UPS) yang langsung mengambil alih pasokan dalam hitungan detik. Sebagai lapisan terakhir, generator cadangan atau genset disiagakan untuk mengantisipasi pemadaman yang lebih lama.
"Kami menyediakan listrik yang tanpa kedip dengan harapan memastikan upacara HUT RI di Istana Negara berjalan lancar," tambah Darmawan.
Cadangan Daya Nasional Mencukupi
Secara nasional, kesiapan PLN menghadapi lonjakan kebutuhan listrik saat hari kemerdekaan terbilang solid. Dari proyeksi beban puncak 42,6 GW, perusahaan masih memiliki surplus daya sekitar 21,1 persen dari total kapasitas pembangkit yang mencapai 51,6 GW.
Untuk mendukung operasi di lapangan, PLN menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak. Armada pendukung seperti 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, serta ribuan kendaraan operasional roda dua dan empat juga diterjunkan untuk mempercepat respons jika terjadi gangguan di daerah.
Pemulihan Cepat Pascagempa Flores
Kesiapsiagaan PLN tidak hanya untuk mengawal upacara 17 Agustus. Darmawan memastikan tim teknis juga bergerak cepat memulihkan jaringan listrik di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa beberapa hari terakhir.
"Begitu gempa terjadi, tim kami langsung bergerak. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan bertahap hingga ke pelanggan," jelasnya.
Sementara itu, sistem kelistrikan Kalimantan yang sempat terganggu akibat masalah pada sisi pembangkit juga dilaporkan berangsur pulih setelah dua unit pembangkit tambahan mulai beroperasi. PLN berkomitmen terus mengawal pemulihan di kedua wilayah tersebut hingga kondisinya kembali normal.