JAWA BARAT — Keputusan ini diambil manajemen Persija setelah jadwal TC di Thailand dan Piala Presiden 2026 berbenturan. Alih-alih membagi kekuatan, klub memilih fokus penuh pada persiapan jangka panjang dengan membawa tim utama ke luar negeri.
Pemusatan latihan di Thailand direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Agenda ini mencakup sesi taktik, uji coba melawan klub lokal, dan pembenahan fisik pemain menjelang kompetisi musim depan.
Dengan absennya tim senior, Persija mempercayakan EPA untuk mewakili nama besar klub di Piala Presiden 2026. Turnamen ini biasanya menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub Liga 1 sebelum musim resmi bergulir.
Langkah ini bukan tanpa pertimbangan. TC di luar negeri dinilai lebih efektif membangun kekompakan tim inti dibanding turnamen pramusim yang padat jadwal. Manajemen juga ingin memberikan jam terbang kompetitif bagi pemain muda EPA.
“Kami ingin pemain muda merasakan atmosfer turnamen senior. Ini bagian dari regenerasi,” ujar salah satu sumber di internal klub. Piala Presiden 2026 pun menjadi laboratorium bagi bakat-bakat akademi Persija.
Keputusan ini otomatis mengubah peta kekuatan Persija di Piala Presiden. Tim EPA yang mayoritas dihuni pemain U-20 akan berhadapan dengan klub-klub yang kemungkinan menurunkan tim utama.
Sementara itu, pemain senior seperti Riko Simanjuntak dan Ond?ej Kúdela dipastikan absen. Mereka akan fokus mengikuti program TC Thailand yang dirancang pelatih Carlos Pena.
Bagi suporter, ini berarti tidak akan melihat aksi bintang-bintang Persija di Piala Presiden 2026. Namun, mereka bisa menyaksikan calon-calon bintang masa depan Macan Kemayoran berlaga di turnamen tersebut.