GARUT — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut komoditas kentang menjadi tulang punggung ketahanan pangan Jawa Barat. Dari data yang disampaikan dalam pertemuan di Ruang Pamengkang, Garut Kota, kontribusi Garut mencapai hampir 80 persen dari total kuota kentang di provinsi tersebut.
"Perlu disampaikan bahwa komoditi kentang ini komoditi yang strategis yang juga sekarang seringkali disampaikan oleh Pak Presiden kita terkait dengan pangan," ujar Bupati Garut.
Country Director IFAD Indonesia Hani Elsadani mengungkapkan, dari 14 kabupaten pelaksana di Indonesia, Garut menjadi salah satu yang menunjukkan perkembangan paling baik sejak 2022. Fokus program tidak hanya pada produksi, tetapi juga pembangunan infrastruktur pertanian dataran tinggi.
"Salah satunya adalah infrastruktur karena kita ingin membangun pertanian, melihat apa yang bisa dikembangkan, kemudian potensinya seperti apa," kata Hani.
Ia menambahkan, jika program terbukti sukses, pemerintah daerah bisa mengambil alih untuk diperluas skalanya agar lebih berkelanjutan.
Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND Muhammad Ikhwan menyebut Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi karena mampu menggambarkan keberhasilan program secara menyeluruh. Mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, perluasan akses pemasaran, hingga peluang ekspor.
Program UPLAND dirancang untuk memperkuat sektor pertanian dataran tinggi di Indonesia. Di Garut, dampaknya terlihat dari meningkatnya kapasitas petani dalam mengelola lahan dan memasarkan hasil panen.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap sinergi dengan Kementerian Pertanian dan IFAD terus berlanjut. Perpanjangan hibah fase kedua untuk periode 2025–2026 dinilai sebagai momentum untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak kelompok tani.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga membahas keberlanjutan program pasca masa hibah. Infrastruktur yang sudah terbangun, seperti jalan usaha tani dan irigasi, diharapkan bisa dirawat dan dikelola oleh pemerintah daerah bersama komunitas petani setempat.