Haris menegaskan bahwa menjaga kebersihan pasar bukan semata-mata tugas Perumda Pasar Tohaga. Faktanya, masih ditemukan sampah yang sengaja dibuang oleh oknum dari luar area pasar ke lingkungan sekitar.
“Menjaga kebersihan pasar bukan hanya tugas Perumda Pasar Tohaga. Faktanya masih ditemukan sampah yang dibuang oleh oknum dari luar area pasar ke lingkungan pasar,” kata Haris, Rabu 15 Juli 2026.
Ia mengatakan, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman. Perilaku membuang sampah sembarangan dari pihak luar kerap mengganggu upaya pengelolaan kebersihan yang sudah dilakukan secara rutin.
Haris mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Menurutnya, kebiasaan kecil ini akan berdampak besar pada kenyamanan bersama.
“Mari biasakan membuang sampah pada tempatnya dan bersama sama menjaga kebersihan lingkungan pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasar yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat, dan menyenangkan, baik bagi pedagang maupun pengunjung. Kondisi ini juga dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.
Dalam kesempatan itu, Haris juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak bisa dipandang sebagai musuh. Justru, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari kesadaran individu.
“Sampah bukan musuh, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ungkap Haris.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan perilaku adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan berkelanjutan. Perumda Pasar Tohaga sendiri terus berupaya mengoptimalkan layanan kebersihan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bogor, namun tanpa partisipasi aktif pengunjung dan pedagang, hasil yang maksimal sulit dicapai.