JAWA BARAT — General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa pemilihan tema tersebut bukanlah pernyataan superioritas. Dalam rilis resmi yang diterima media, ia menyebut TH39REATNESS hadir sebagai pengingat bahwa klub kebanggaan Aremania ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah.
“Kami memahami betul bahwa jalan yang kami tempuh tidak pernah mudah. Di usia ke-39 ini, tema TH39REATNESS hadir bukan sebagai pernyataan bahwa kami sudah sempurna, melainkan sebagai komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia serta Bhumi Arema,” ujar Yusrinal.
Untuk mewujudkan makna greatness tersebut, manajemen Arema FC menyusun delapan pilar utama. Pilar pertama adalah penghormatan terhadap sejarah berdirinya klub pada 11 Agustus 1987. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pendahulu yang membangun fondasi Singo Edan.
Selain itu, Arema FC berkomitmen menjaga eksistensi di kasta tertinggi sepak bola nasional. Tata kelola klub yang lebih sehat dan profesional menjadi prioritas agar organisasi bisa berkelanjutan. Nilai persaudaraan juga ditempatkan sebagai elemen kunci, di mana klub ingin menjadi perekat antarelemen masyarakat dengan menjunjung tinggi kemanusiaan dan kedamaian.
“TH39REATNESS adalah janji untuk terus belajar, berupaya, dan berproses. Kami bukan klub yang merasa sudah berada di puncak, tetapi klub yang akan terus mendaki dengan segala kekurangan,” tambah Yusrinal.
Dua pilar lain yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan inovasi dan pembinaan pemain muda. Manajemen bertekad menerapkan teknologi serta manajemen modern agar mampu mengikuti perkembangan industri sepak bola yang kian kompetitif.
Tak kalah penting, Arema FC ingin menghidupkan kembali semangat pengembangan talenta usia dini. Targetnya jelas: mencetak generasi baru pesepak bola berkarakter tangguh dan memiliki jiwa Singo Edan. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan regenerasi pemain di masa depan.
Dengan mengusung tema TH39REATNESS, Arema FC ingin menegaskan bahwa usia ke-39 bukanlah titik akhir, melainkan momentum untuk terus mendaki. Klub asal Malang Raya ini juga bertekad menjaga kehormatan sebagai representasi daerah di tingkat nasional maupun internasional.