JAWA BARAT — PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui anak usahanya, PT Pertagas Niaga (PTGN), mulai menyalurkan gas bumi ke GISMR dalam tahap commissioning. Volume yang dialirkan bervariasi antara 209 hingga 1.330 MMBTU per hari.
Gas tersebut digunakan untuk pengujian utilitas pabrik, terutama operasional boiler, sebelum fasilitas pengolahan dan pemurnian kelapa sawit itu beroperasi penuh. Proses ini menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh sistem siap berjalan.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, mengatakan kehadiran gas bumi di kawasan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi. "Kehadiran gas bumi tidak hanya mendukung kebutuhan energi pelanggan secara andal, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan industri di kawasan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).
Untuk menunjang kebutuhan GISMR, Pertagas membangun pipa interkoneksi yang menghubungkan jaringan gas eksisting dengan fasilitas pabrik. Infrastruktur ini dirancang agar pasokan energi tersalurkan secara aman dan berkelanjutan.
Dalam skema bisnisnya, Pertagas bertindak sebagai pembangun fasilitas dan infrastruktur pipa extension. Sementara itu, PTGN menjalankan peran niaga gas bumi ke para pelanggan industri di kawasan tersebut.
Presiden Direktur PTGN, Toto Yulianto, menyebut penyaluran gas pada tahap awal operasional menjadi langkah penting untuk memperkuat sektor hilir nasional. "PT Pertagas Niaga berkomitmen menghadirkan pasokan gas bumi yang andal untuk mendukung kebutuhan energi industri," ujarnya.
GISMR menjadi pelanggan industri kedua di KEK Sei Mangkei yang memanfaatkan gas bumi sebagai sumber energi utama. Sebelumnya, PTGN telah memasok gas ke PT Evyap Sabun Indonesia (ESI), perusahaan oleokimia yang beroperasi di kawasan yang sama.
Volume pasokan untuk ESI tercatat mencapai 3.800 MMBTUD sejak Januari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan kebutuhan energi bersih di kawasan industri tersebut.
Toto berharap pemanfaatan gas bumi bisa mendorong efisiensi operasional perusahaan. "Kami percaya pemanfaatan gas bumi akan membantu sektor industri oleochemical bertumbuh dan mendapat efisiensi operasional serta sekaligus mendukung target dekarbonisasi industri nasional," ujarnya pada Februari lalu.
Dengan bertambahnya pengguna gas bumi, KEK Sei Mangkei perlahan bertransformasi menjadi pusat industri hilir yang lebih kompetitif di Sumatera Utara. Gas bumi menjadi tulang punggung energi yang diandalkan untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.