Otorita IKN dan BI Dorong Pengrajin Wastra Ciptakan Motif Batik dari Ikon Nusantara

Penulis: Ridho Pratama  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:01:31 WIB
Pengrajin wastra mengikuti workshop pengembangan motif batik bertema ikon Nusantara di Kantor Kemenko 1 IKN.

JAWA BARAT — Workshop yang berlangsung di Kantor Kemenko 1 IKN ini menjadi bagian dari upaya membangun identitas visual bagi kota masa depan. Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, mengatakan pengembangan motif batik tidak hanya soal estetika, tetapi juga bagaimana karya mampu bercerita tentang karakter suatu wilayah.

"Pengembangan motif tidak hanya berbicara tentang keindahan visual, tetapi juga bagaimana sebuah karya mampu menceritakan identitas dan karakter suatu wilayah," ujar Muhsin dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).

Inspirasi dari Hutan Tropis hingga Gedung Pemerintahan

Para peserta diajak menggali ide dari berbagai elemen khas Kalimantan Timur dan IKN. Mulai dari hutan tropis, flora-fauna endemik, kekayaan budaya lokal, hingga perkembangan kawasan pemerintahan dan bangunan simbol Nusantara menjadi sumber inspirasi utama.

Dari total 50 peserta yang tergabung dalam sembilan kelompok batik dan wastra, sebanyak 30 pengrajin mendapatkan pendampingan khusus. Mereka dibimbing untuk mengembangkan desain motif yang memiliki karakter kuat dan relevan dengan semangat pembangunan IKN.

IKN sebagai Simbol Modernitas yang Berakar Budaya

Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan, menekankan pentingnya memperkuat identitas Nusantara melalui produk kreatif masyarakat. Menurutnya, desain batik yang lahir harus mampu merepresentasikan IKN sebagai kota modern yang tetap berakar pada tradisi.

"Semakin hari IKN semakin ramai. Identitasnya perlu kita tonjolkan. Harapannya desain yang lahir memiliki unsur modern karena IKN juga membawa semangat transformasi dan digitalisasi," kata Aura.

Selama pelatihan, peserta mendapat pendampingan teknis mulai dari pencarian ide melalui mind mapping, penyusunan moodboard, pengembangan elemen visual, hingga penyusunan komposisi motif dan penyempurnaan desain.

Mengubah Imajinasi Visual menjadi Karya Nyata

Salah satu peserta, Rusmayawati dari Kecamatan Samboja, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru. Ia menilai banyak unsur di kawasan IKN yang bisa diangkat menjadi motif batik yang inovatif, tidak lagi monoton.

"Pelatihan ini menambah wawasan kami agar tidak menghasilkan karya yang monoton. Kami belajar bagaimana mengubah imajinasi visual tentang IKN menjadi sebuah karya nyata yang bisa dikembangkan," ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Otorita IKN dan Bank Indonesia, diharapkan lahir motif-motif batik baru yang tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga simbol identitas budaya yang tumbuh seiring perkembangan IKN sebagai ibu kota negara.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: pusaranmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top